
Kegembiraan warga dapat limpahan rezeki

....Tak menyangka akan mendapatkan hewan kurban sebanyak itu yang tentunya sangat luar biasa. Warga yang selama ini tak mendapat daging kurban jadi kebagian semua....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Wow, banyak sekali hewan kurban tahun ini ya pak!, kata Robiah.
Padahal biasanya langgar atau musala di Kampung Sawah Besar Sekip Pangkal, Palembang setiap tahun hanya sedikit hewan kurban.
Biasanya paling banyak seekor sapi dan kambing dua ekor tetapi hari raya Idul Adha 1433 H tahun, Wow luar biasa, katanya.
Sapi dan kambing dipotong, Sabtu (27/10) karena Idul Adha kebetulan Jumat yang cenderung lebih pendek waktunya.
Di kampung yang berada sekitar dua kilometer dari titik nol Kota Palembang atau kawasan Bundaran Air Mancur depan Masjid Agung memang padat penduduk.
Rumah-rumah kayu dengan mayoritas berbentuk panggung bagian bawahnya disewakan membuat wilayah yang masuk dalam Kecamatan Ilir Timur I tersebut tergolong populasi padat.
Bedeng-bedeng bawa rumah disewa sebagian besar warga yang berkeluarga dan memiliki anak kecil.
Karenanya, kawasan yang berada dalam Lorong HK Idrus dan Lorong Sawah Besar tergolong ramai penduduk.
Tahun lalu hanya seekor sapi dan seekor kambing di kurbankan. Akibatnya, tidak semua keluarga mendapat bagian daging kurban.
Idul adha kali ini luar biasa, ada enam ekor sapi dan empat kambing.
Zainani (58) mengatakan warga di kampung tersebut tahun ini mendapat limpahan rejeki dari warga yang berkurban.
Hewan kurban tersebut bukan hanya berasal dari warga di daerah itu. Namun, sejumlah bakal calon wali kota dan bakal calon gubernur juga menyumbangkan hewan kurban kepada warga Sawah Besar.
Ia mengatakan, tak menyangka akan mendapatkan hewan kurban sebanyak itu yang tentunya sangat luar biasa. Warga yang selama ini tak mendapat daging kurban jadi kebagian semua.
Terjadi peningkatan hewan kurban juga dialami hampir seluruh mesjid dan langgar di Sumatera Selatan tidak hanya di Palembang.
Aziza (22) warga Pagar Alam mengatakan lebaran kali ini sangat luar biasa.Di masjid dekat tempat tinggalnya di Kelurahan Nendagung setiap tahun jarang sekali ada yang berkurban sapi.
Paling-paling kambing atau domba yang dikurbankan warga tetapi tahun ini sapi saja dua ekor dan kambaing tujuh ekor.
Sebagian hewan kurban tersebut terutama kambing berasal dari warga di daerah itu. Sedangkan sapi dari calon wali kota dan bakal calon gubernur.
Cari simpati masyarakat
Tampaknya berkurban kali ini meski dilakukan dengan ikhlas oleh sejumlah bakal calon gubernur dan wali kota se Sumatera Selatan, tetapi bisa juga disimpulkan sebagai salah satu cara untuk mendapatkan simpati masyarakat sehingga kelak memilih menjadi pemimpin daerah.
Bisa saja calon peserta pilkada tendensinya demikian ingin meraih hati para
konstituen.
Paling tidak upaya merebut hati masyarakat itu dilakukan untuk memberikan makanan yang berkualitas meskipun hanya sekali saja dengan daging kurban.
Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra yang awalnya enggan mengakui berapa jumlah kurban yang didistribusikannya mengatakan tahun ini dia mengirim 40 ekor sapi.
Sapi-sapi tersebut dikirim ke masjid dan musala tersebar di Sumatera Selatan.
Puluhan sapi tersebut didedikasinya untuk berbagi kepada masyarakat agar dihari kurban ini bisa menikmati daging.
"Mudah-mudahan masyarakat menikmati sumber protein hewani tersebut dengan senang," kata dia.
Begitu juga dengan Gubernur Sumatera Selatan mendistribusikan 120 ekor sapi ke masjid dan musala di provinsi yang kaya akan hasil tambang dan perkebunan ini.
Berbeda dengan wali kota yang sapinya paling berat 1,2 ton dan sama-sama disumbangkan ke Masjid Agung Palembang, sapi milik gubernur beratnya mencapai 1,8 ton. (Nila)
Pewarta: Nila Ertina
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
