
Amerika Serikat sebarkan isu lingkungan

....Amerika Serikat menyebarkan isu lingkungan, ternyata turut mempengaruhi harga komoditas minyak sawit mentah di sejumlah negara....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Amerika Serikat menyebarkan isu lingkungan, ternyata turut mempengaruhi harga komoditas minyak sawit mentah di sejumlah negara, kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Sumsel Benjamin.
"Amerika Serikat gencar dengan propaganda pembuatan minyak melalui biji bunga matahari, terkandang isu lingkungan yang dilancarkan turut mempengaruhi harga," kata Benjamin ketika ditanya faktor yang mempengaruhi harga minyak sawit di Indonesia, di Palembang, Jumat.
Ia melanjutkan, propaganda yang tidak menguntungkan hasil perkebunan sawit itu akan berimbas pada penurunan harga.
Sementara, harga akan cenderung membaik di saat musim dingin melanda Amerika Serikat.
Kebutuhan dalam negeri membuat Amerika Serikat terpaksa mengekspor minyak sawit mentah dan menghentikan sementara isu lingkungannya.
"Saat ini harga sedang naik meski tidak terlalu signifikan memang terjadi perbaikan dibandingkan bulan September lalu," ujarnya.
Ia memprediksi harga sawit itu akan bergerak naik secara bertahap hingga akhir tahun namun bersifat melambat karena titik terendah sudah tercapai pada akhir Setember 2012.
Perbaikan harga di bulan Oktober ini juga dipengaruhi faktor internal karena sejumlah perusahaan memulai kontrak pada September dengan harga relatif tinggi.
Sehingga, harga minyak sawit mentah di Sumatera Selatan, Kamis (11/10), tercatat Rp7.394 perkilogram atau naik tipis dibandingkan dengan sebelumnya di posisi Rp7.376.
Penetapan harga CPO itu dilakukan dua kali dalam satu bulan (setiap dua pekan) dengan melibatkan 10 perusahaan (9 lokal dan 1 asing)
"Harga untuk petani mandiri atau tidak bermitra masih berkisar Rp6500-6300 perkilogram pada Oktober 2012," katanya.
Terkait dengan ekspor minyak sawit Sumsel, menurutnya terjadi penurunan dibandingkan tahun 2011 karena penurunan harga.
"Sejauh ini pemerintah belum mengeluarkan kebijakan pembatasan ekspor untuk mendongkrak harga cpo, mengingat keadaan saat ini sudah mulai membaik," ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah sempat berencana melakukan pembatasan ekspor saat harga cpo berada pada titik terendah pada akhir September 2012.(Doly)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
