
Petani kesulitan pupuk subsidi

....Salah seorang petani, Wardan, dari Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, sedangkan pupuk yang ada cukup tinggi harganya....
Bengkulu (ANTARA Sumsel) - Salah seorang petani, Wardan, dari Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, sedangkan pupuk yang ada cukup tinggi harganya.
"Pupuk itu diperlukan karena petani akan memasuki musim tanam dan menunggu musim hujan pada akhir tahun 2012," kata Wardan, di Bengkulu,Jumat.
Ia mengatakan, para petani sudah menyiapkan pupuk untuk menghadapi musim tanam bulan depan, sedangkan pupuk dengan harga subsidi jumlahnya sangat minim.
"Pupuk bersubsidi dibutuhkan petani antara lain jenis Urea dan ZA yang saat ini sulit dicari pada tingkat distributor, meskipun ada harganya tidak terjangkau," ujarnya.
Selain akan digunakan pada musim tanam ini, pupuk itu juga untuk memupuk tanaman muda lainnya karena padi musim tanam lalu gagal akibat kemarau.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kaur H Hewan mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari petani bahwa mereka kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.
Berdasarkan hasil evaluasi tim pengewasan pupuk menyimpulkan ada dugaan pupuk subsidi di wilayah itu disalah gunakan oknum tertentu.
Sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Kaur paling menyolok kekurangan pasokan pupuk bersubsidi adalah di Kecamatan Maje dari tagret 180 ton hanya direalisasikan 12 ton pada 2012.
Sejak Januari-September 2012, pihaknya belum menerima laporan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dari semua distrbutor dan pengecer pupuk di wilayah itu.
Alasan mereka masih dalam tahap penyusunan dan kinerja para distrbutor dan pengecer itu patut dipertanyakan.
"Kami akan memanggil para pedagang pengecer dan distributor pupuk bersubsidi untuk menanyakan tentang kelangkaan pupuk pemerintah tersebut," tandasnya.(ANT)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
