
Sumsel upayakan Ikm lewat program "Ovop"

....Sumatera Selatan mengupayakan perkembangan Industri Kecil dan Menengah lewat program pemerintah pusat "One Village One Product" yang mengharuskan setiap kabupaten/kota memiliki produk andalan....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Sumatera Selatan mengupayakan perkembangan Industri Kecil dan Menengah lewat program pemerintah pusat "One Village One Product" yang mengharuskan setiap kabupaten/kota memiliki produk andalan.
"Seluruh kabupaten/kota di Sumsel saat ini sudah memiliki produk andalan sendiri yang tinggal dikembangkan menembus pasar nasional," kata Kepala Bidang Industri Kecil dan Menengah (IKM) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Afrian Joni di Palembang, Minggu.
Ia menerangkan program Kementerian Koperasi dan UKM ini didukung oleh SK Gubernur No 411 tentang pembentukan Forum Koordinasi OVOP Provinsi Sumsel tahun 2012 hingga 2014.
"Berdasarkan pendataan terakhir Disperidag terdapat beberapa kabupaten/kota yang memiliki kesamaan produk unggulan. Bagi kami hal itu tidak masalah karena secara geografis memang berdekatan," katanya.
Ia mengatakan, seperti kopi menjadi andalan Kabupaten Lahat, Muaraenim, dan Empat Lawang. Kemudian, kerupuk udang (Kabupaten Banyuasin), getah gambir (Musi Banyuasin) dan kain songket (Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir).
"Target Sumsel pada tahun 2014 program OVOP ini sudah berjalan, artinya daerah harus membuat satu kawasan bisnis untuk produk unggulannya masing-masing sehingga ketika wisatawan datang dapat langsung mengunjungi," katanya.
Ia mencontohkan, seperti Palembang yang menempatkan kawasan Tangga Buntung sebagai OVOP untuk kain songket.
"Program OVOP ini memiliki bertujuan mempercepat pengembangan UKM, pengembangan potensi produk unik daerah dan membangun kebanggaan masyarakat daerah untuk memiliki produk yang dapat bersaing di pasar global," katanya.(Doly)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
