Logo Header Antaranews Sumsel

Perkebunan berperan penting sektor perekonomian

Selasa, 18 September 2012 14:35 WIB
Image Print
....Perkebunan merupakan salah satu sub sektor berperan penting dalam pertumbuhan perekonomian di Sumatera Selatan, kata Asisten Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumsel Eddy Hermanto....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Perkebunan merupakan salah satu sub sektor berperan penting dalam pertumbuhan perekonomian di Sumatera Selatan, kata Asisten Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumsel Eddy Hermanto.

Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumsel Eddy Hermanto menyampaikan hal itu ketika membuka acara implementasi master plan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI) di Palembang, Selasa.

Menurut dia, peranan penting sub sektor perkebunan itu terlihat dari kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) melalui devisa ekspor, sumber lapangan kerja, pendapatan petani dan penggerak sektor produksi, jasa dan upah.

Hal itu ditunjukkan oleh beberapa indikator yakni nilai ekspor nonmigas Sumsel pada Januari-Juni 2012 masih didominasi oleh sub sektor perkebunan dengan nilai 1,63 miliar dolar Amerika Serikat atau sebesar 79,83 persen dari total ekspor nonmigas 2,04 miliar dolar AS.

Nilai ekspor ini didominasi oleh komoditi karet sebesar 1,62 miliar dolar AS, katanya.

Kemudian memberikan lapangan kerja secara langsung bagi 1,1 juta kepala keluarga. Jika diasumsikan satu kepala keluarga menghidupi empat jiwa maka sub sektor perkebunan menjadi andalan pendapatan dan penghidupan bagi sekitar 4,5 juta jiwa atau sekitar 63 persen dari total penduduk Sumsel.

Ia menyatakan, pada periode empat tahun terakhir pembangunan perkebunan di Sumsel terus meningkat. Luas areal perkebunan rakyat meningkat dari 2,03 juta hektare pada tahun 2007 menjadi 2,41 juta ha pada tahun 2011 dengan mayoritas komoditi yang diusahakan adalah karet, kelapa sawit, kopi dan kelapa.

Produksi perkebunan tahun 2011 sebesar 3,55 juta ton terdiri atas karet 1,11 juta ton karet kering, kelapa sawit 2,11 juta ton minyak sawit mentah (CPO), kopi 152 ribu ton biji kering, kelapa 67 ribu ton serta aneka komoditi perkebunan lainnya seperti gula, teh, kayu manis, kemiri, nilam, gambir, pinang dan lain-lain sebanyak 108 ribu ton.

Untuk mengolah komoditi perkebunan di Sumsel terdapat 29 unit pabrik pengolah karet dengan kapasitas total 1,5 juta ton karet remah per tahun, pabrik pengolah CPO 48 unit dengan kapasitas 2,45 ribu ton tandan buah segar (TBS) per jam dan pabrik gula dengan kapasitas 12.600 ton TCD (ton cane day), ujarnya.

Sementara mengenai MP3EI diharapkan menghasilkan terobosan sebagai strategi pengembangan usaha perkebunan di dalam negeri ke depan, dan mendorong pengembangan agroindustri atau industri hilir sehingga dapat meningkatkan nilai tambah, menyerap lebih banyak tenaga kerja, diversifikasi ekspor dan untuk mengatasi fluktuasi harga komoditi primer, katanya.(Sus)



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026