
Cisco rilis pelindung pusat data terbaru

Jakarta (ANTARA Sumsel) - Pabrikan jaringan internet, Cisco, merilis pelindung pusat data terbaru yakni Intrusion Prevention System dan Update Core ASA Firewall Platform untuk meningkatkan kinerja dan visibiltas.
Senior Vice President & General Manager of Security and Government Group Cisco, Christopher Young, di Jakarta, Jumat, mengatakan, bagi perusahaan yang percaya dengan manfaat yang bisa didapat dari virtualisasi data center dan cloud, maka keamanan harus dilihat sebagai kemampuan bukan sebagai halangan.
"Kami membuat keamanan secara konsisten di sepanjang jaringan sehingga kebijakan dapat dijalankan di lingkungan hybrid atau lingkungan fisik, virtual dan cloud serta memungkinkan staf data center untuk menghantarkan layanan TI dengan tingkat keamanan tinggi tanpa mengganggu performa jaringan," katanya.
Pihaknya meluncurkan solusi keamanan yang dirancang untuk memperkuat data center dari ancaman yang dihadapi terkait beralihnya ke lingkungan yang semakin terkonsolidasi dan tervirtualisasi, sementara perusahaan harus tetap dapat mengambil manfaat dari penggunaan model berbasis cloud.
Ia menambahkan, penawaran itu meningkatkan kemampuan staf data center dan keamanan untuk memperkuat keamanan secara end-to-end sehingga mendukung kapasitas tinggi data center dan para karyawan mobile.
Termasuk di dalamya adalah perangkat lunak yang paling banyak digunakan di dunia, Cisco Adaptive Security Appliance (ASA); virtualized ASA untuk lingkungan multitenant; intrusion prevention system (IPS) untuk kelas data center.
Serta pengembangan Cisco AnyConnect Secure Mobility Client untuk memenuhi kebutuhan karyawan yang mobile dan produktif.
Menurut dia, tren virtualisasi dan cloud mendorong pergeseran di data center, sehingga mempengaruhi dari layanan TI, model bisnis sampai ke arsitektur.
Oleh karena itu, kata dia, jika ditangani dengan benar, maka tren itu dapat memberikan keuntungan bisnis seperti pengurangan investasi modal, pertumbuhan pendapatan baru serta efisiensi, fleksibilitas dan skalabilitas lebih tinggi sesuai yang dibutuhkan di era globalisasi.
"Kami berharap inovasi ini bisa membuat keamanan berada dalam kecepatan yang sama dengan perubahan pada tuntutan lingkungan virtual dan cloud yang berperforma tinggi," katanya.
Pihaknya sendiri percaya, kebijakan dalam mengoperasikan jaringan juga harus terintegrasi antara dunia fisik dan virtal, komunikasi antar mesin virtual harus aman, dan akses ke aplikasi melalui kabel maupun mobile terlindungi dengan baik.
Ia berpendapat, pendekatan keamanan seperti itu menjadi penting karena pelanggan akan bermigrasi ke cloud dan menerapkan budaya perusahaan yang mendukung fleksibilitas penggunaan perangkat apapun.
(ANT-H016/B008)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
