
Target pnbp batu bara terealisasi 42 persen

....Penurunan harga batu bara sejak Maret lalu, diprediksi hanya bersifat sementara seiring dengan membaiknya perekonomian secara global....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Sumatera Selatan target Penerimaan Negara Bukan Pajak dari sektor pertambangan umum (batu bara) pada semester pertama (Januari-Juni 2012) terealisasi 42 persen, kata Kepala Bidang Pertambangan Umum Dinas Pertambangan dan Energi Sumsel Izromaita.
"Sebanyak Rp57,696 miliar masuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terhitung Januari hingga Juni 2012 atau 42 persen dari target tahun 2012 sebesar Rp131,516 miliar," kata Izromaita menjawab mengenai realisasi produksi batu bara terhadap penerimaan negara, di Palembang, Kamis.
Ia menjelaskan, jumlah Rp57,696 miliar itu merupakan akumulasi dari landrent sebesar Rp1,066 miliar dan royalti Rp56,639 miliar.
Sementara, target PNBP tahun 2012 bersumber dari landrent Rp4,250 miliar dan royalti Rp127,313 miliar.
"Meski terjadi penurunan harga batu bara sejak awal tahun, tapi kami optimistis target PNBP akan tercapai karena perekonomian dunia diprediksi segera membaik," ujarnya.
Industri batu bara nasional diestimasi akan memberi kontribusi hingga 90 persen dari total Penerimaan Negara Bukan Pajak sektor pertambangan umum pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2012 sebesar Rp28,9 triliun.
Kontribusi tinggi sektor batu bara terhadap PNBP itu didorong besarnya volume produksi dan harga mengingat lebih dari 78 persen produksi nasional diekspor ke luar negeri.
"Dari proyeksi PNBP pertambangan umum sebesar Rp28,9 triliun, mayoritas dari PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara) sebesar Rp23,6 triliun, pemegang IUP (Izin Usaha Pertambangan) Rp3,7 triliun, dan pemegang Kontrak Karya Rp1,6 triliun," katanya.
Sementara, target terdekat PNBP Sumsel sektor penambangan umum pada triwulan ketiga (Juli-September 2012) yakni Rp100,762 miliar.
"Penurunan harga batu bara sejak Maret lalu, diprediksi hanya bersifat sementara seiring dengan membaiknya perekonomian secara global," ujarnya.
Sumsel pada tahun 2011 telah memproduksi 20 juta ton batu bara yang sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yakni sekitar 6,1 juta ton pertahun untuk PLTU Suralaya dan 1,2 juta ton pertahun untuk PLTU Bukit Asam.
Selain itu, juga melakukan ekspor ke sejumlah negara seperti Jepang, Malaysia, China, India, dan Korea Selatan.(Dolly)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
