
Pelabuhan TAA akan diresmikan

....Dermaga pelabuhan Tanjung Api-Api itu sudah bisa dioperasionalkan, hanya menunggu jalan menuju ke sana selesai saja....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Dermaga pelabuhan Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin akan diresmikan, namun masih menunggu perbaikan jalan yang dilakukan PU Bina Marga Sumatera Selatan selesai dilaksanakan, kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika setempat Sarimuda di Palembang, Senin.
Menurut dia, dermaga pelabuhan Tanjung Api-Api itu sudah bisa dioperasionalkan, hanya menunggu jalan selesai saja.
"Jadi, kami tidak bisa menentukan kapan PU Bina Marga menyelesaikan jalan itu dan saya tidak dapat memprediksikan selesai," katanya.
Sementara Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Edward Jaya mengatakan, mereka akan segera melakukan pengecekan kondisi dermaga pelabuhan Tanjung Api-Api tersebut.
"Kami juga tidak ingin pada saat diresmikan ternyata masih ada masalah atau yang membahayakan di dermaga pelabuhan Tanjung Api-Api itu," ujarnya.
Ia menuturkan, anggota dewan ingin melihatnya dan apakah penggunaan dermaga pelabuhan ini siap 100 persen.
"Kami tinjau kesiapan jangan hanya seremoni saja setelah digunakan akan membahayakan pengguna," jelasnya.
Ia menyatakan, sudah berapa miliar rupiah dana APBD Sumsel yang diberikan untuk fasilitas tersebut, karena itu pihaknya ingin pelabuhannya benar-benar siap.
Bila pekerjaan kontraktor asal-asalan atau meninggalkan masalah serta tidak sesuai ketentuan, pihaknya ingin kontraktor mengerjakan kembali agar pelabuhan Tanjung Api-Api siap diresmikan, tambahnya.
Pelabuhan laut itu adalah sarana penyeberangan menuju Pulau Bangka dan sebaliknya, untuk memperlancar angkutan barang dan penumpang.
Dengan adanya pelabuhan yang berjarak sekitar 90 km dari pusat Kota Palembang itu, diharapkan semua hasil kekayaan alam dimiliki Sumsel seperti batu bara, minyak sawit mentah dan karet produksinya akan meningkat dari tahun ke tahun untuk kesejahteraan rakyat.
Berdasarkan data, sekarang ini produksi batu bara Sumsel mencapai kisaran 12 juta ton per tahun, belum lagi karet dan minyak sawit mentah.(Susi)
Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
