
Mini market nasional "serbu" Palembang

....Pemerintah hendaknya berpihak kepada usaha kecil jangan hanya pemodal besar yang di akomodasi....
Palembang (ANTARA Sumsel) - Mini market nasional dalam kurun dua tahun terakhir menyerbu Kota Palembang, Sumatera Selatan sehingga sampai saat ini sudah tercatat sebanyak 120 unit beroperasi di jalan protokol hingga ke pemukiman.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kota Palembang, Yustianus, Jumat mengatakan sampai kini sebanyak 120 mini market nasional beroperasi di kota pempek ini.
Sedangkan mini market milik pengusaha lokal hanya sebanyak 46 unit yang memiliki izin usaha dan tempat sesuai dengan ketentuan yang diatur peraturan daerah tetapi puluhan lainnya malah tidak terdaftar.
Ia menjelaskan, sejauh ini semua mini market nasional yang beroperasi tersebut telah mengantongi izin dari pemkot setempat.
Penerbitan izin usaha tersebut tentunya harus dilengkapi berbagai persyaratan yang wajib dipenuhi pemilik usaha.
Menurut dia, izin tetangga kiri dan kanan tempat usaha itu beroperasi menjadi syarat mutlak untuk penerbitan surat menyurat itu.
Dengan demikian mereka percaya sampai saat ini mini market yang berizin tidak menganggu aktivitas warga begitu juga dengan warung atau usaha lainnya serupa.
Sampai kini mereka menilai usaha tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap warung kecil karena memang dari harga barang mini market lebih mahal. Namun, sesungguhnya persaingan sesama mini market yang terjadi saat ini.
Marfuah (38) pemilik warung mengakui memang tidak ada pengaruh terhadap omset toko miliknya meski kini mini market merajalela di kota itu.
Meskipun tidak ada dampak langsung tetapi pihaknya berharap pemerintah tidak mudah mengizinkan operasional mini market.
Dia menambahkan, mungkin saat ini bisa saja mini market tidak mempengaruhi omzet tetapi kalau jumlahnya tidak terbatas maka lama-lama akan menyebabkan pelanggan beralih.
"Pemerintah hendaknya berpihak kepada usaha kecil jangan hanya pemodal besar yang di akomodasi," katanya. (Nila)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
