
PSSI Sumsel tetap jalan meski dibekukan pusat

Palembang (ANTARA Sumsel) - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumatera Selatan tetap menjalankan program kerjanya meski telah dibekukan oleh pengurus pusat, kata Ketua Pengurus Provinsi PSSI Sumsel MC Baryadi.
"Kami tidak mengetahui dengan pasti alasan PSSI pimpinan Djohar Arifin membekukan kepengurusan Sumsel beserta 27 Pengprov PSSI lainnya, tapi yang jelas hal itu tidak menghentikan program kerja yang telah dirancang," ujar Baryadi di Palembang, Selasa.
PSSI Sumsel tetap menjalankan kompetisi usia 15 dan usia 18 meski tidak mendapatkan arahan dari pengurus pusat.
Kisruh dalam organisasi membuat beberapa program kerja tingkat pusat tidak sampai ke daerah sehingga sejumlah kompetisi yang rutin dilakukan menjadi terhenti.
"Saat ini kami berdiri berdasarkan bendera pengurus provinsi saja tanpa embel-embel pusat dalam menjalankan program pembinaan usia muda. Jika mengikuti perkembangan saat ini bisa-bisa PSSI Sumsel vakum total padahal kami juga memiliki tanggung jawab moral dengan masyarakat," katanya.
Menurutnya, kompetisi Under-18 telah bergulir di Muara Enim, kemudian pada putaran berikutnya digelar di Palembang.
"Sejak dua tahun terakhir sama sekali tidak ada arahan dari pusat mengenai kompetisi usia muda sehingga kami berinisiatif sendiri saja," ujarnya.
Ia menilai PSSI pimpinan Djohar Arifin melabrak statuta FIFA sehingga menimbulkan pertentangan dalam organisasi.
"Kita tunggu saja hasil keputusan FIFA pada 15 Juli mendatang, siapa yang dianggap benar maka itu yang diikuti," katanya. (ANT/pso-039)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
