Logo Header Antaranews Sumsel

Sumsel sulit cetak atlet panjat tebing muda

Rabu, 2 Mei 2012 10:35 WIB
Image Print

Palembang (ANTARA Sumsel) - Sumatera Selatan kesulitan mendapatkan bibit-bibit atlet usia pemula (8-12 tahun) karena para orangtua beranggapan olahraga itu sangat berbahaya, kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumsel Chandra Anugrah.

"Anggapan dalam masyarakat yang terbentuk jika memanjat itu akan berakibat jatuh, artinya ada resiko patah atau cedera. Inilah yang menyulitkan," kata Kabid Pembinaan Prestasi FPTI Sumsel di Palembang, Rabu.

Pemikiran itu mengakibatkan peminat olahraga panjat dinding di daerah ini didominasi kalangan mahasiswa.

Puluhan klub panjat dinding di Sumsel sebagian besar bergerak aktif di lingkungan kampus.

"Untuk kalangan siswa SD dan SMP memang ada tapi tidak banyak, jika dikumpulkan mungkin kurang dari 20 orang," katanya.

Program kerja Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) tahun 2012-2017 fokus membina atlet-atlet pemula untuk menggapai prestasi jangka panjang.

"Dalam waktu dekat FPTI Sumsel akan menggelar sosialisasi ke sekolah-sekolah SD dan SMP untuk menjaring atlet-atlet pemula," katanya.

Selain itu akan memperbanyak kompetisi tingkat daerah untuk membangkitkan minat olahraga panjat dinding.

"Jika tidak ada kejuaraan maka atlet akan jenuh, karena tidak ada sesuatu yang memotivasi. Ini akan berpengaruh dalam prestasi," ujarnya.

Pola pembinaan tersebut akan memberikan hasil yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami berani memberikan garansi pada PON tahun 2016 Sumsel sudah bisa meraih medali dari atlet cabang tersebut," katanya.

Selain membenahi metode pembinaan, pihaknya juga melakukan tertib organisasi, mengingat beberapa kepengurusan di kabupaten/kota mengalami kevakuman.

"Kami bertindak tegas kepada kepengurusan yang terbukti tidak aktif lebih dari dua tahun dengan membekukannya. Sikap ini untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam organisasi," ujarnya.

Kepengurusan FPTI telah terbentuk di seluruh kabupaten/kota di Sumsel. Pada PON di Riau mendatang hanya menurunkan satu atlet nomor speed, katanya.(ANT/pso-039)




Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026