Logo Header Antaranews Sumsel

Pembina pramuka berkualitas masih kurang

Rabu, 4 April 2012 16:00 WIB
Image Print
Pelantikan Pembina Pramuka Sumsel. (FOTO ANTARA/Yudi Abdullah/12)
.....Saat ini, Pramuka memerlukan perombakan sistem pendidikan agar bisa terus bersaing.....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Wakil Ketua Bidang Diklat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Prof Jana Tjahjana Anggadiredja mengungkapkan Indonesia kekurangan tenaga pembina pramuka yang berkualitas dan memiliki minat besar terhadap itu.

Pada acara sosialisasi Undang-Undang Gerakan Pramuka di Gedung Serbaguna DPRD Sumatera Selatan, Rabu, ia menjelaskan, pembina yang berkualitas sangat diperlukan untuk bisa menanamkan nilai-nilai pramuka ke dalam generasi muda Indonesia.

"Berdasarkan Undang-Undang tahun 2012 tentang Gerakan Pramuka disebutkan perlu evaluasi peserta didik oleh pembina serta tenaga pendidik dan kurikulum oleh pusat pendidikan dan latihan nasional," katanya.

Selain itu juga diperlukan sertifikasi pembina sebagai tanda kecakapan pada keahlian tertentu sehingga kualitasnya terjamin

"Saat ini, Pramuka memerlukan perombakan sistem pendidikan agar bisa terus bersaing sesuai dengan kondisi zaman," tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan Ketua Kwartir Daerah Sumsel H. Abdul Shobur, pelatihan bagi pembina Pramuka amat diperlukan untuk melatih anggota dalam meningkatkan potensi diri, budi pekerti, kejujuran, dan kecintaan pada alam.

"Nilai-nilai Pramuka harus mendarah daging dalam diri pemuda agar dapat membangun cita-cita bangsa," ujarnya.

Shobur juga menilai saat ini pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya mengedepankan pengembangan potensi diri pemuda, padahal Pramuka merupakan wadah menggali potensi pemuda dan bekal untuk menghadapi masa depan pemuda. (ansyor)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026