Logo Header Antaranews Sumsel

Nilai ekspor karet Sumsel 3,647 miliar dolar

Rabu, 15 Februari 2012 14:17 WIB
Image Print

Palembang, (ANTARA News) - Nilai ekspor karet Sumatera Selatan pada Januari hingga November 2011 mencapai 3,647 miliar dolar AS atau meningkat bila dibandingkan periode sama tahun sebelumnya hanya 2,169 miliar dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, Haslani Haris, di Palembang, Rabu mengatakan jika dibandingkan nilai ekspor nonmigas periode Januari-November 2010, maka nilai ekspor komoditas andalan mengalami peningkatan sebesar 53,94 persen.

"Peningkatan ini disebabkan karena adanya kenaikan secara pesat ekspor komoditas batu bara mencapai 69,78 persen termasuk karet naik 68,10 persen dibandingkan periode Januari-November 2010," katanya.

Dijelaskannya, secara umum nilai ekspor Sumsel periode Januari-November 2011 yang terbesar ke Amerika Serikat mencapai nilai 1,269 miliar dolar, disusul China 730,162 juta dolar.

Selanjutnya, ke Malaysia menghasilkan devisa 570,267 juta dolar, Jepang 336,274 juta dolar dan negara tujuan ekspor lainya rata-rata memasok devisa kurang dari dua juta dolar AS, bahkan terendah dari Singapura hanya 82,917 juta dolar AS, katanya.

Ia mengatakan, ekspor sejumlah komoditas dihasilkan Sumsel seperti karet, batu bara, udang, produk kayu, kopi, minyak sawit mentah (CPO) dan teh antara lain ditujukan ke beberapa negara utama antara lain Amerika Serikat, China, Singapura, Malaysia, Jepang, India, Perancis, Kanada dan Brazil.

Selanjutnya, di antara sejumlah komoditas utama ekspor Sumsel itu, karet masih tetap menjadi andalan dan penyumbang devisa terbesar provinsi tersebut, katanya.

Bahkan pihak Dinas Perkebunan setempat, mencatat bahwa komoditas karet hingga saat ini masih tetap menjadi salah satu mata pencaharian utama sebagian besar petani di provinsi yang berpenduduk sekitar tujuh juta jiwa tersebut.

Menurut Kabid pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan, Dinas Perkebunan Sumsel, Minarsih, bahwa di provinsi tersebut terdapat areal perkebunan karet mencapai total kisaran satu juta hektare tersebar pada beberapa daerah penghasil.

Sejumlah daerah penghasil karet di Sumsel, kata dia, antara lain di wilayah Kabupaten Muaraenim, Lahat, Pagaralam, Musirawas, Musibanyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu termasuk sebagian wilayah Kota Prabumulih.

Ia menambahkan, dari total luas areal perkebunan karet di Sumsel itu, sebagian besar dikelola oleh perkebunan besar swasta nasional dan asing, serta sisanya diusahakan oleh petani secara tradisional. (ANT-Parni)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026