Logo Header Antaranews Sumsel

Harga kelapa sawit di Sumsel naik

Selasa, 24 Januari 2012 11:32 WIB
Image Print

Palembang, (ANTARA News) - Harga buah sawit di Sumatera Selatan, hingga akhir pekan lalu tercatat Rp1.552 per kilogram, naik dibandingkan pekan sebelumnya di kisaran Rp1.512 per kg.

Kepala Bidang Pemasaran dan Pengolahan Hasil Perkebunan, Dinas Perkebunan Sumsel, Ir Minarsih, di Palembang, Selasa menjelaskan bahwa harga buah sawit atau lebih dikenal tandan buah segar (TBS) tersebut dalam beberapa hari terakhir berangsur naik.

Naiknya harga TBS tersebut antara lain merupakan hasil kesepakatan dalam rapat rutin diadakan dua kali setiap bulan.

Dijelaskannya, rapat rutin tersebut melibatkan semua unsur terkait antara lain pihak Dinas Perkebunan setempat dengan sejumlah pengusaha perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Sumsel.

Mengenai penetapan harga TBS maupun minyak sawit mentah (CPO) di Sumsel selama ini, kata dia, selain melalui hasil rapat rutin tersebut, juga menyesuaikan dengan pasaran di luar negeri terutama CPO, karena sebagian komoditas hasil perkebunan itu untuk pasaran ekspor.

Sementara, sejumlah petani perkebunan kelapa sawit di daerah Kabupaten Musibanyuasin, Sumsel, ketika ditemui di Palembang sebelumnya mengatakan bahwa harga TBS sekarang ini berangsur membaik, karena nilai jual mulai ada kenaikan.

Sekarang ini harga TBS di tingkat petani Rp1.150 per kilogram, atau mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya Rp1.050 per kg, kata M Yamin, petani setempat.

Ia berharap, harga buah sawit di daerah ini terus membaik, minimal mendekati Rp2.000 per kg, sehingga pendapatan petani akan semakin membaik.

Data Dinas Perkebunan Sumsel menyebutkan, di provinsi tersebut terdapat sejumlah daerah sentra perkebunan kelapa sawit, antara lain di Wilayah Kabupaten Muaraenim, Lahat, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Musibanyuasin dan Banyuasin termasuk di Kabupaten Musirawas dengan total luas mencapai kisaran 600 ribu hektare.

Dari total luas areal perkebunan kelapa sawit itu, sebagian besar dikelola oleh belasan perusahaan perkebunan besar swasta nasional dan asing, serta sisanya diusahakan oleh petani secara tradisional.

Hanya saja, dari total luas areal perkebunan kelapa sawit itu, sebagian sudah berusia tua dan tidak lagi produktif, sehingga perlu dilakukan peremajaan.

Perkebunan kelapa sawit yang diusahakan oleh petani lokal, sebagian juga sudah berusia tua dan mulai dilakukan upaya peremajaan, kata M Yamin. (ANT-M033)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026