Logo Header Antaranews Sumsel

Lapangan Tenis Jakabaring Dikelola SKPD

Minggu, 25 Desember 2011 22:44 WIB
Image Print
Lapangan Tennis di Jakabaring Sport City yang dibangun PT.Bukit Asam. (FOTO ANTARA/Eriek/11)
...Lapangan Tenis yang dibangun PT Bukit Asam itu telah menjadi yang terbaik di Indonesia karena dilengkapi delapan lapangan yang diantaranya dua satu lapangan final...

Palembang, (ANTARA News) - Stadion Lapangan Tenis Bukit Asam Jakabaring, Palembang, tetap dikelola Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dari Badan Perpustakaan Daerah setelah pelaksanaan SEA Games XXVI, 11-22 November lalu.

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Seluruh Indonesia Sumsel Asnawi HD di Palembang, Minggu (25/12), mengatakan hingga kini Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan belum menetapkan mekanisme pengelolaan Kompleks Olahraga Jakabaring yang didalamnya terdapat belasan arena berstandar internasional.

"Seluruh arena olahraga di Jakabaring saat ini dipercayakan kepada SKPD mengenai perawatan dan pengeloaannya. Untuk tenis sendiri diserahkan kepada Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumsel," kata Asnawi.

Menurut Asnawi, Pemerintah Provinsi Sumsel belum menemukan model pengelolaan Kompleks Olahraga Jakabaring pascapelaksanaan SEA Games XXVI, di Palembang, 11-22 November lalu.

"Sementara ini Pemprov Sumsel belum menetapkan dari berbagai alternatif pilihan, seperti membuat badan otoritas daerah, menjadikan dikelola swasta murni, atau dikelola oleh sebuah yayasan," kata Asnawi.

Sementara ini, pihak Pengurus Provinsi Pelti Sumsel juga bertanggung jawab dalam pengelolaan Lapangan Tenis itu terutama dalam pengawasan.

"Pihak Pengprov Pelti dianggap cukup mengerti dalam pemeliharaan stadion Lapangan Tenis jadi bekerja sama dengan SKPD berdasarkan arahan Pemerintah Provinsi," ujar dia.

Dia menambahkan, Lapangan Tenis yang dibangun PT Bukit Asam itu telah menjadi yang terbaik di Indonesia karena dilengkapi delapan lapangan yang diantaranya dua satu lapangan final.

"Stadion yang dibangun PT BA ini sudah berstandar internasional, jadi sangat sayang sekali jika terbengkalai apalagi rusak. Tidak banyak yang memiliki seperti ini di Indonesia," ujar dia.

Dia melanjutkan, fasilitas olahraga bertaraf internasional itu telah dimanfaatkan atlet-atlet junior yang disiapkan untuk PON XVIII di Riau tahun 2012.

"Pengprov Pelti Sumsel saat ini fokus menyiapkan atlet PON, dan kebetulan sekali mereka menginap dalam di Wisma Atlet Jakabaring jadi stadion yang ada langsung termanfaatkan setelah SEA Games," kata dia.

Mengenai biaya pemeliharaan, dia menganjurkan kepada Pemprov Sumsel untuk melobi PT BA sebagai pembangun stadion itu.

"Sebaiknya meminta bantuan dari PT BA, tapi jika tidak bisa artinya harus menggunakan dana APBD," ujar dia.

Sementara, Gubernur Alex Noerdin menyatakan akan menyewa jasa pekerja profesional untuk mengawasi sejumlah arena olahraga bertaraf internasional di kompleks itu.

"Ada tenaga ahlinya sendiri yang akan disewa, nanti setelah mereka menurunkan ilmunya ke tenaga lokal, barulah tidak dipakai lagi. Memang biayanya cukup tinggi, tapi harus dilakukan karena fasilitas yang ada nilainya mencapai miliyaran rupiah dan harus dijaga," kata Alex.

Untuk pendanaan, Alex juga mengupayakan bantuan dari sejumlah BUMD dan BUMN untuk pemeliharaan sejumlah arena olahraga.

"Seperti Stadion Lapangan Tenis, sedapat mungkin kami meminta kepada PT Bukit Asam yang merawatnya, karena mereka juga yang membangun. Demikian juga dengan sejumlah arena lainnya," ujar dia. (ANT-039)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026