Logo Header Antaranews Sumsel

DPRD Yogyakarta belajar ke Sumsel

Rabu, 14 Desember 2011 17:29 WIB
Image Print

Palembang, (ANTARA News) - DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kunjungan kerja ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Selatan di Palembang, Rabu terkait dengan pembahasan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2012 di provinsi tersebut.

"Kami ke sini terkait dengan pembahasan RAPBD tahun 2012 perlu berbagi pengalaman dengan provinsi Sumsel," kata Wakil Ketua DPRD Provinsi DI Yogyakarta, H Sukedi di Palembang, Rabu.

Menurut dia, mereka melakukan kunjungan kerja ke DPRD Sumsel, karena provinsi ini memiliki kelebihan terutama dalam pencarian dana di luar retribusi dan pajak.

"Terkait dengan itu, kita ke Sumsel dengan harapan bisa meningkatkan APBD Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan, RAPBD Yogyakarta pada tahun 2012 sebesar Rp1,9 triliun, sedangkan pada tahun 2011 ini sebesar Rp1,5 triliun.

Hasil kunjungan kerja ke DPRD Sumsel ini akan menjadi bahan bagi mereka dalam finalisasi anggaran, mana-mana yang akan meningkatkan dan mempertahankan, ujar dia.

Ia menyatakan, dipilihnya Sumsel, karena provinsi itu mempunyai kelebihan, apalagi telah sukses dalam melaksanakan SEA Games XXVI beberapa waktu lalu.

Sukses yang diraih Sumsel pada pelaksanaan SEA Games XXVI lalu itu bukan hanya di tingkat nasional saja, tetapi internasional cukup berhasil, apalagi Indonesia menjadi juara umum di pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara tersebut, ujar dia.

Pada kunjungan kerja itu, anggota Badan Anggaran DPRD Provinsi Yogyakarta juga menanyakan pendidikan dan kesehatan gratis di daerah Sumsel.

Mereka juga menanyakan mengenai warga transmigrasi dan pengelolaan arena pertandingan (venues) yang digunakan pada SEA Games XXVI lalu di Palembang.

Semua pertanyaan Anggota DPRD Provinsi Yogyakarta itu dijawab oleh Wakil Ketua DPRD Sumsel, H Ahmad Djauhari dan Anggota Banggar DPRD setempat yang menerima kunjungan kerja tersebut.

Mengenai sekolah gratis di Sumsel semua siswa/siswi mulai SD sampai SLTA pada prinsipnya gratis, kecuali Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI), kata Ketua Komisi V DPRD Sumsel, H Bihaqqi Soefyan menambahkan. (ANT/KR-SUS)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026