Logo Header Antaranews Sumsel

Pemkot Palembang layani KB keliling

Selasa, 6 Desember 2011 09:11 WIB
Image Print

Palembang, (ANTARA News) - Pemerintah Kota Palembang akan memberikan pelayanan keluarga berencana (KB) keliling dengan mendatangi warga ke rumah terutama yang bermukim di kawasan yang sulit dijangkau.

Kasubag Keuangan Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan, Marhendri, di Palembang, Selasa mengatakan tahun 2012 pemerintah pusat menganggarkan dana alokasi khusus (DAK) untuk pembelian kendaraan pelayanan KB keliling di Kota Palembang.

"Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp1,15 miliar untuk pembelian kendaraan pendukung KB keliling," kata dia.

Dia menjelaskan, setelah DAK dicairkansesuai ketentuan pihaknya akan langsung membeli kendaraan yang tepat untuk pelayanan KB.

Kendaraan tersebut akan dioptimalkan untuk pelayanan KB di pinggiran kota pempek yang sulit dijangkau pelayanan medis, seperti wilayah Pulokerto dan perkampungan padat penduduk di kawasan Seberang Ulu, ujar dia.

Menurut dia, sampai saat ini pelayanan KB bagi masyarakat pinggiran kota dan yang tinggal dipermukiman padat masih minim.

Bukan hanya karena akses mereka ke rumah sakit atau puskesmas jauh tetapi minimnya kesadaran ber-KB juga menyebabkan masih banyaknya warga yang enggan membatasi kelahiran anak, tambah dia.

Ia mengatakan, beroperasinya pelayanan KB keliling juga ditargetkan mampu meningkatkan kepesertaan KB di Kota Palembang.

Karena tidak ada alasan lagi bagi warga yang ingin ber-KB selain gratis pelayanan program membatasi kelahiran itu juga bisa dilakukan dimanapun, kata dia.

Ia menambahkan, kendaraan tersebut nantinya tidak hanya dilengkapi peralatan standar pemasangan KB tetapi secara bergilir paramedis juga melayani akseptor dengan profesional.

Obat-obatan pendukung KB juga disiapkan dengan jumlah yang sesuai dengan sasaran kepesertaan KB, tambah dia.

Sebelumnya, pemkot setempat juga telah melengkapi sarana pelayanan KB dengan membeli kendaraan roda dua untuk menjemput peserta yang ingin ber-KB.

Namun, sampai saat ini masih banyak warga yang belum mengetahui pelayanan KB dengan istilah "jemput bola" itu.

Marni (27) warga Kecamatan Gandus mengatakan setiap tiga bulan sekali harus ke puskesmas yang jaraknya sekitar 4 kilometer dari tempat tinggal.

"Saya cukup repot untuk meninggalkan rumah karena tiga anak balitanya tidak ada yang mengasuh sehingga kalau ada pelayanan KB keliling sangat diharapkan," kata dia.

Dia menjelaskan, bukan hanya puskesmas yang jauh tetapi kadang setiap akan suntik KB mesti antre sehingga membutuhkan waktu lama.

Apalagi ongkos untuk sampai ke puskesmas juga tidak sedikit karena harus naik ojek yang mencapai Rp5.000 sekali jalan, ujar dia. (ANT-037)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026