Logo Header Antaranews Sumsel

Harga minyak sawit mentah Sumsel naik

Sabtu, 19 November 2011 08:59 WIB
Image Print

Palembang, (ANTARA News) - Harga minyak sawit mentah di Sumatera Selatan hingga Sabtu tercatat Rp6.962 perkilogram, atau naik dibandingkan sebelumnya Rp6.573, kata Kabid pengolahan dan pemasaran hasil perkebunan, Dinas Perkebunan Sumsel, Ir Minarsih.

Menurut Minarsih di Palembang, Sabtu, bahwa harga minyak sawit mentah (CPO) di daerah ini dalam beberapa bulan terakhir memang belum stabil atau berfluktuatif, namun masih kisaran di atas Rp6.000 per kg.

Dikemukakannya, harga CPO di Sumsel selalu terjadi perubahan, karena tergantung hasil kesepakatan dalam suatu rapat diadakan dua kali sebulan antara pihak dinas perkebunan dengan sejumlah pengusaha perkebunan komoditas tersebut.

Menurut dia, rapat rutin tersebut salah satunya untuk kesepakatan menentukan harga CPO termasuk buah sawit dalam bentuk tandan buah segar (TBS).

Mengenai pemasaran hasil CPO, menurut dia, selain dipasok ke sejumlah perusahaan pengolahanan menjadi minyak goreng curah yang siap dipasarkan untuk konsumsi masyarakat umum, juga dikirim ke luar negeri atau ekspor dalam meningkatkan pendapatan devisa daerah.

Dijelaskannya, berdasarkan data di wilayah Sumsel terdapat puluhan perusahan swasta nasional dan asing yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dengan luas total hampir 700 ribu hektare.

Sejumlah daerah sentra budidaya tanaman kelapa sawit di Sumsel itu, antara lain Kabupaten Muaraenim, Banyuasin, Musibanyuasin, Lahat, Musirawas, Pagaralam, Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu.

Dikatakannya, dari total luas areal perkebunan kelapa sawit tersebut sebagian besar sudah menghasilkan, bahkan sebagian tidak produktif lagi sehingga diupayakan peremajaan kembali.

Sementara mengenai hasil CPO di Sumsel, ada dua perusahaan yang sudah mampu mengolah menjadi minyak goreng curah termasuk kemasan bermerek, dan selebihnya diekspor ke sejumlah negara konsumen.

Berdasarkan data, ekspor CPO Sumsel priode Januari-Juli 2011 tercatat menghasilkan devisa total 48,827 juta dolar Amerika Serikat, dari total nilai devisa ekspor nonmigas provinsi tersebut yang mencapai 2,842 miliar dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel, Haslani Haris, secara terpisah mengatakan bahwa dari total perolehan devisa ekspor nonmigas Sumsel priode Januari-Juli 2011 yang mencapai 2,842 miliar dolar, diperoleh melalui sejumlah komoditas andalan.

Dikatakannya, sejumlah komoditas andalan penyumbang devisa utama yakni karet, kayu/produk kayu, udang, kopi, CPO, batu bara, teh dan juga ada beberapa produk lainnya.

Namun dari jumlah komoditas andalan ekspor nonmigas Sumsel priode Januari-Juli 2011 itu, yang paling besar menyumbang devisa masih tetap karet senilai 2,481 miliar dolar, disusul batu bara 79,882 juta dolar, dan CPO pada posisi ketiga dengan nilai 48,827 juta dolar AS. (ANT-M033)



Pewarta:
Editor: Yudi Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026