Logo Header Antaranews Sumsel

Pemkab OKU beri pelatihan budi daya tanaman sawit

Kamis, 27 Agustus 2026 12:47 WIB
Image Print
Wakil Bupati OKU Marjito Bachri membuka pelatihan budi daya tanaman sawit bagi ratusan pekebun di daerah setempat di Beston Hotel Palembang, Rabu (26/8). ANTARA/Edo Purmana

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan memberikan pelatihan budi daya tanaman sawit bagi ratusan pekebun di daerah setempat agar dapat mengelola perkebunan kelapa sawit dengan optimal.

Wakil Bupati OKU Marjito Bachri saat membuka pelatihan yang digelar di Beston Hotel Palembang, Rabu mengatakan bahwa kegiatan yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026 tersebut diikuti sebanyak 177 pekebun asal daerah setempat.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan, dan IPB Training.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan para pekebun dalam mengelola perkebunan kelapa sawit secara lebih baik, produktif, dan berkelanjutan.

Wabub menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit di Kabupaten OKU.

Menurut Marjito, keberhasilan pengembangan perkebunan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan dan potensi komoditas, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia dalam mengelola tanaman secara tepat.

Dia menjelaskan, dalam pelatihan tersebut para peserta dibekali materi meliputi regulasi dan kebijakan terkait budi daya kelapa sawit, persiapan benih dan bahan tanaman, persiapan lahan, penanaman pada lahan mineral, pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, pemupukan tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM), hingga pengendalian hama dan penyakit.

Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten OKU berharap dapat meningkatkan kapasitas para pekebun dalam mengelola perkebunan rakyat, peningkatan produktivitas, serta penguatan ekonomi masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada sektor perkebunan.

Ia berharap pula para peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut untuk memperdalam pengetahuan sekaligus meningkatkan keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lapangan.

"Ilmu dan keterampilan yang diperoleh harus benar-benar diterapkan di kebun, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Marjito.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu, Joni Saihu, mengatakan produktivitas kelapa sawit di daerahnya masih tertinggal dibandingkan sejumlah kabupaten lain karena komoditas sawit relatif baru dikenal di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan, pada 2022 luas perkebunan sawit di OKU sekitar 1.000 hektare, dan sekarang luasnya telah meningkat menjadi sekitar 7.000 hektare. Peningkatan areal tanam juga diikuti kenaikan produksi dimana pada 2024, hasil panen tercatat sekitar 6.100 ton, sedangkan pada 2025 meningkat dua kali lipat menjadi 12.120 ton.

“Produktivitas sawit masih harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan daerah lain,” ujarnya.

Menurut Joni, pengembangan sawit di OKU masih menghadapi sejumlah kendala seperti infrastruktur jalan menuju kebun belum memadai dan mayoritas pekebun hanya memiliki lahan seluas satu hingga dua hektare sehingga kemampuan memperluas usaha masih terbatas.

Selain itu. Keterbatasan modal membuat sebagian petani belum mampu membeli bibit unggul bersertifikat dan masih menggunakan bibit dengan kualitas yang belum terjamin.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026