Palembang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan mencatat nilai tukar petani (NTP) di wilayah itu mencapai 132,76 atau naik 1,07 persen pada April 2026 dibandingkan Maret 2026 sebesar 131,86.

Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto di Palembang, Senin, mengatakan kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya NTP pada sejumlah subsektor, yakni tanaman pangan sebesar 0,13 persen dan perkebunan sebesar 1,43 persen.

Kenaikan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani meningkat lebih tinggi dibandingkan indeks harga yang dibayar petani, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun biaya produksi.

“Beberapa komoditas utama penyumbang kenaikan indeks harga yang diterima petani pada April 2026 antara lain karet, kelapa sawit, jagung, gabah, kakao atau cokelat biji, sapi potong, kerbau, kambing, serta beberapa jenis ikan budidaya,” katanya.

Sementara itu, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Sumatera Selatan pada April 2026 tercatat naik 0,07 persen dari 130,44 menjadi 130,53.

Kenaikan IKRT dipengaruhi oleh meningkatnya sebagian besar kelompok pengeluaran, di antaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau naik 0,06 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 0,19 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,23 persen, kesehatan 0,32 persen, transportasi 0,32 persen, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran 0,06 persen.

Selain itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sumsel pada April 2026 tercatat sebesar 136,63 atau naik 0,63 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan NTP dan NTUP tersebut menunjukkan adanya perbaikan daya beli petani di Sumsel pada periode April 2026, kata Wahyu.