Palembang (ANTARA) - Sebanyak 60 warga Kota Palembang, Sumatera Selatan, menerima pelatihan tentang proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di China.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palembang Akhmad Mustain di Palembang, Senin, mengatakan pelatihan tersebut agar warga mampu menjadi sumber daya tenaga kerja yang ahli dalam operasional proyek PSEL Palembang yang rencana dimulai pada Oktober 2026.
Dia mengatakan pelatihan di China itu difasilitasi PT Indo Green Power (IGP) yang mengelola proyek PSEL Palembang.
"Total ada 65 orang, namun 60 orang merupakan KTP asli Palembang, dan lima orang asal wilayah yang ada di Sumsel," katanya.
Ia menambahkan proyek PSEL Palembang ditargetkan beroperasi pada Oktober 2026 dan akan menangani setidaknya 1.000 ton sampah per hari.
Ia menyebut produksi sampah oleh masyarakat di Kota Palembang bisa mencapai 1.200 ton per hari.
Meskipun tidak bisa dikelola secara total oleh PSEL, pihaknya telah menyiapkan strategi agar produksi sampah masyarakat dapat berkurang.
Ia mengatakan bahwa ada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan untuk menampung sampah, namun akan ditutup apabila proyek PSEL telah beroperasi.
"1.000 ton masuk PSEL, apabila masih ada sisanya akan ditampung di kawasan Karya Jaya dekat lokasi proyek PSEL, tidak lagi dibuang ke Sukawinatan karena akan ditutup," katanya.
Saat ini, Pemkot Palembang terus menyosialisasikan terkait dengan permasalahan sampah itu kepada warga.
Bahkan, pemkot sedang tahap kajian untuk menerapkan sanksi kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan yang bisa dengan denda Rp500.000.