Palembang (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) menambah delapan perjalanan LRT Sumsel selama periode libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah guna mendukung mobilitas masyarakat.

Manager Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti dalam siaran pers yang diterima di Palembang, Kamis  mengatakan, penambahan frekuensi perjalanan tersebut dilakukan untuk memberikan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan efisien, sekaligus mengantisipasi peningkatan aktivitas warga selama libur Lebaran.

Untuk penyesuaian jadwal operasional dilakukan pada 22 hingga 25 Maret 2026. Dalam periode tersebut, jumlah perjalanan LRT Sumsel meningkat dari 94 perjalanan menjadi 102 perjalanan per hari.

"Penambahan delapan perjalanan tersebut terdiri atas empat perjalanan lintas DJKA–Bandara dan empat perjalanan lintas Bandara–DJKA, dengan jadwal tambahan mulai pukul 10.35 WIB hingga 17.53 WIB," katanya.

Menurutnya, kehadiran LRT Sumsel turut membantu mengurangi kepadatan lalu lintas serta memberikan akses ke sejumlah titik strategis, seperti kawasan Jembatan Ampera, Stasiun Asrama Haji, fasilitas publik, hingga pusat perbelanjaan.

“LRT Sumsel menjadi salah satu alternatif masyarakat untuk bepergian, baik untuk bersilaturahmi maupun berwisata di Kota Palembang,” katanya.

Berdasarkan data, jumlah pengguna LRT Sumsel selama masa angkutan Lebaran 2026 pada 11–18 Maret tercatat sebanyak 95.060 penumpang. Sementara itu, total penumpang sejak Januari hingga 18 Maret 2026 mencapai 867.124 orang.

Untuk menjaga kenyamanan, KAI mengimbau pengguna mematuhi aturan, seperti tidak merokok, tidak makan dan minum di dalam kereta, serta menjaga kebersihan dan ketertiban selama perjalanan.

Selain itu, KAI Divre III Palembang juga telah melakukan berbagai persiapan guna memastikan kelancaran operasional, antara lain melalui ramp check atau inspeksi Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada sarana dan stasiun.

Pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas operasional juga dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan, baik pada sarana maupun prasarana. KAI turut menghadirkan posko terpadu sebagai pusat koordinasi selama masa angkutan Lebaran.

Pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya pada momen libur Lebaran, agar LRT Sumsel menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransportasi di Kota Palembang.