Menhub: Perbaikan jalan nasional dan tol di Sumsel ditargetkan rampung H-10
Kamis, 26 Februari 2026 5:39 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat diwawancarai di Palembang, Rabu (25/2/2026). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
Palembang (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mempercepat kesiapan infrastruktur jalan guna menyambut arus mudik Lebaran 2026 dengan menargetkan perbaikan jalan nasional dan akses tol selesai pada H-10 Idul Fitri.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat meninjau kesiapan transportasi di Palembang, Rabu, mengungkapkan bahwa Sumsel merupakan titik krusial karena menjadi wilayah perlintasan utama dan koridor tengah di Pulau Sumatera.
Mengingat tingginya urgensi tersebut, ia memastikan perbaikan jalan lintas timur yang sedang berjalan dalam progres positif.
"Pihak terkait terus melakukan perbaikan. Target kita, mudah-mudahan pada H-10 semua sudah terselesaikan, sehingga tidak ada lagi jalan berlubang yang mengganggu kenyamanan pemudik," ujar Menhub.
Berdasarkan data Kemenhub, pergerakan arus mudik di wilayah Sumatera Selatan tahun 2026 diperkirakan mencapai 3,87 juta orang. Angka ini menempatkan Sumsel di peringkat ketujuh secara nasional dalam hal volume pergerakan masyarakat selama periode Lebaran.
Secara nasional, total pemudik diprediksi menembus 143,91 juta orang. Dominasi moda transportasi masih dipegang oleh kendaraan pribadi, khususnya mobil, yang diikuti oleh sepeda motor dan bus.
Selain jalan nasional, fokus utama juga diarahkan pada akselerasi perbaikan Jalan Tol Kayu Agung–Palembang. Menhub mengakui adanya dinamika terkait tarif tol yang dinilai tinggi, namun ia menekankan bahwa investasi besar tersebut sebanding dengan percepatan ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat Sumsel.
Untuk mengurangi risiko kemacetan parah, Menhub Dudy menyebutkan bahwa kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga diharapkan dapat membantu memecah konsentrasi arus keberangkatan masyarakat secara bersamaan.
Menurutnya, Dengan infrastruktur yang mulus pada H-10, pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 di "Bumi Sriwijaya" dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar bagi jutaan warga yang melintas.
Di sisi lain, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memberikan jaminan bahwa perbaikan jalan nasional sepanjang kurang lebih 1.500 kilometer akan tuntas tepat waktu. Beberapa titik kerusakan jalan yang sempat viral di media sosial kini masuk dalam daftar prioritas perbaikan, meliputi Musi Banyuasin (Muba), Prabumulih, Musi Rawas, Lahat.
"Seluruh jalan nasional penghubung sekitar 1.500 kilometer, H-10 sudah tertutup (selesai diperbaiki) semua. Ini komitmen dari Kementerian PU. Termasuk Tol Palembang-Betung, jaminan dari Waskita Sriwijaya Tol akan selesai tepat waktu," kata Deru.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi saat meninjau kesiapan transportasi di Palembang, Rabu, mengungkapkan bahwa Sumsel merupakan titik krusial karena menjadi wilayah perlintasan utama dan koridor tengah di Pulau Sumatera.
Mengingat tingginya urgensi tersebut, ia memastikan perbaikan jalan lintas timur yang sedang berjalan dalam progres positif.
"Pihak terkait terus melakukan perbaikan. Target kita, mudah-mudahan pada H-10 semua sudah terselesaikan, sehingga tidak ada lagi jalan berlubang yang mengganggu kenyamanan pemudik," ujar Menhub.
Berdasarkan data Kemenhub, pergerakan arus mudik di wilayah Sumatera Selatan tahun 2026 diperkirakan mencapai 3,87 juta orang. Angka ini menempatkan Sumsel di peringkat ketujuh secara nasional dalam hal volume pergerakan masyarakat selama periode Lebaran.
Secara nasional, total pemudik diprediksi menembus 143,91 juta orang. Dominasi moda transportasi masih dipegang oleh kendaraan pribadi, khususnya mobil, yang diikuti oleh sepeda motor dan bus.
Selain jalan nasional, fokus utama juga diarahkan pada akselerasi perbaikan Jalan Tol Kayu Agung–Palembang. Menhub mengakui adanya dinamika terkait tarif tol yang dinilai tinggi, namun ia menekankan bahwa investasi besar tersebut sebanding dengan percepatan ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat Sumsel.
Untuk mengurangi risiko kemacetan parah, Menhub Dudy menyebutkan bahwa kebijakan Work From Anywhere (WFA) juga diharapkan dapat membantu memecah konsentrasi arus keberangkatan masyarakat secara bersamaan.
Menurutnya, Dengan infrastruktur yang mulus pada H-10, pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 di "Bumi Sriwijaya" dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar bagi jutaan warga yang melintas.
Di sisi lain, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memberikan jaminan bahwa perbaikan jalan nasional sepanjang kurang lebih 1.500 kilometer akan tuntas tepat waktu. Beberapa titik kerusakan jalan yang sempat viral di media sosial kini masuk dalam daftar prioritas perbaikan, meliputi Musi Banyuasin (Muba), Prabumulih, Musi Rawas, Lahat.
"Seluruh jalan nasional penghubung sekitar 1.500 kilometer, H-10 sudah tertutup (selesai diperbaiki) semua. Ini komitmen dari Kementerian PU. Termasuk Tol Palembang-Betung, jaminan dari Waskita Sriwijaya Tol akan selesai tepat waktu," kata Deru.
Pewarta : Ahmad Rafli Baiduri
Editor : Dolly Rosana
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPKARSS: LRT Sumsel angkut 283.476 penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026
01 April 2026 20:41 WIB
Bandara SMB II Palembang layani 193.628 penumpang selama periode Angkutan Lebaran 2026
30 March 2026 19:38 WIB
Pertamina Patra Niaga Sumbagut pastikan stok BBM aman dan siagakan 37 motoris
29 March 2026 14:54 WIB
Pertamina Patra Niaga: Konsumsi Pertamax melonjak 33,9 persen selama periode Lebaran 2026
28 March 2026 21:08 WIB
Kendaraan pribadi dominasi trafik arus balik Lebaran 2026 di GT Kramasan Palembang
28 March 2026 18:35 WIB