Palembang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) menjalankan program sosialisasi kepada para mahasiswa dan tokoh agama terkait pemahaman mencegah tindakan radikalisme.

Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sumsel Kombes Pol Hari Purnomo di Palembang, Rabu, mengatakan hal ini untuk memperkuat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikal serta menumbuhkan kesadaran bersama menjaga keamanan dan kedamaian di Sumatera Selatan.

Ia menekankan bahwa upaya pencegahan radikalisme harus dimulai dari tingkat keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Radikalisme tidak hanya muncul karena faktor ideologi, tetapi juga akibat lemahnya literasi dan pengaruh media sosial. Oleh karena itu, peran orang tua, guru, dan tokoh agama sangat penting untuk membentengi generasi muda dari paham menyimpang,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa Polda Sumsel terus berkomitmen untuk melibatkan berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap pengaruh paham ekstrem.


“Kami terus mendorong Bhabinkamtibmas untuk aktif berdialog, memberikan edukasi, dan menjadi garda terdepan dalam menjaga lingkungan dari potensi radikalisasi,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, mengatakan kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menjalankan strategi pencegahan yang humanis dan edukatif.

“Kegiatan ini adalah wujud sinergi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat. Pencegahan radikalisme bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh warga bangsa,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi peran aktif tokoh agama dan akademisi yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk menjaga Sumatera Selatan tetap aman, damai, dan terhindar dari pengaruh paham yang memecah belah persatuan,” ujarnya.