Pangkalpinang (ANTARA) - Tim Pengendalian Infiasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima aspirasi para pedagang di Kota Pangkalpinang mengharapkan pemerintah daerah dapat menurunkan harga daging ayam ras menjelang puasa Ramadhan 2025.

"Kami menerima aspirasi para pedagang ayam untuk menurunkan harga daging ayam menjadi Rp30.000 dari Rp35.000 per kilogram," kata  Plt Asisten II Pemprov Kepulauan Babel Darlan di Pasar Pagi Pangkalpinang, Kamis.

Ia menyatakan aspirasi para pedagang daging ayam di Pasar Pagi Kota Pangkalpinang meminta pemerintah daerah menurunkan kembali harga daging ayam ini mengingat permintaan masyarakat menjelang puasa Ramadhan yang masih sepi.

"Para pedagang mengaku permintaan daging ayam menjelang puasa masih sepi, karena daya beli masyarakat berkurang," katanya.
 
Kepala Biro Ekonomi Setda Provinsi Kepulauan Babel Ahmad Yani menyebutkan saat ini kondisi ekonomi masyarakat masih rendah, sehingga dapat mengakibatkan pertumbuhan ekonomi daerah akan menurun.
"Kita akan terus berupaya agar berbagai harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat ini menjadi lebih murah dan terjangkau oleh masyarakat, guna meningkatkan daya beli masyarakat ini," katanya.

Salah seorang pedagang daging ayam Neni mengatakan meski harga daging ayam masih bertahan kisaran Rp33.000 hingga Rp35.000 per kilogram atau masih bertahan dalam dua pekan terakhir ini, namun permintaan masih sepi karena daya beli masyarakat yang rendah.

"Kalau harga daging ayam lebih murah tentunya dagangan kami juga laris manis," katanya.

Menurut dia permintaan daging ayam yang masih sepi ini tentunya merugikan para pedagang, karena daging ayam yang tidak laku terjual harus dijual murah, sementara modal ayam potong di distributor masih tinggi.

"Daging ayam yang tidak laku terjual hari ini harus dibekukan dengan es, sehingga akan mempengaruhi kualitas dan harga daging ayam pada akhirnya pedagang tidak mendapatkan untung bahkan merugi karena harus menjual dagangan lebih murah," katanya.

Pewarta : Aprionis
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2025