Presiden ingin tularkan semangat prajurit
Jumat, 25 Oktober 2024 20:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan dalam Retret Kabinet Merah Putih di Akademi Militer (Akmil), Kota Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/10/2024). (ANTARA/HO-Tim Media Prabowo Subianto)
Kota Magelang, Jateng (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa dia sengaja membawa para menteri, wakil menteri, kepala badan, utusan khusus, penasihat khusus, hingga staf khusus ke Akademi Militer (Akmil), Kota Magelang, Jawa Tengah, untuk melihat semangat dan disiplin seorang prajurit.
“Bahwa seorang prajurit itu siap berkorban jiwa dan raga untuk bangsa dan negara, dan para menteri-menteri pun siap memberi segalanya untuk membela kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia,” kata Prabowo di Akmil, Jumat.
Selain itu, kata Prabowo, para taruna merupakan tunas pemimpin bangsa, dan harapan masyarakat Indonesia, sehingga menjadi alasan lain bagi dirinya memboyong Kabinet Merah Putih ke Akmil.
“Saya percaya negara di tangan yang aman. Kita punya masa depan generasi penerus yang baik-baik,” ujarnya.
Prabowo juga menjelaskan bahwa alasan dirinya mengadakan kegiatan bersama Kabinet Merah Putih di Akmil adalah mempertimbangkan aspek bersejarah dari Lembah Tidar.
“Di sini perlawanan terhadap penjajah berlangsung ratusan tahun. Di sini perjuangan pahlawan-pahlawan kita, dari sejak Sultan Agung melintasi daerah ini untuk menyerang Batavia, Diponegoro melawan penjajah, basisnya adalah di antara lima gunung, Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Tidar,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih tiba di Akmil pada Kamis (24/10) dalam empat kloter kedatangan.
Rombongan para wakil menteri dan kepala badan tiba lebih dahulu, dan disusul Wakil Presiden Gibran. Rombongan para menteri, utusan khusus, penasehat khusus, dan staf khusus menjadi kloter ketiga yang tiba di Akmil. Adapun Presiden Prabowo tiba paling akhir.
Kabinet Merah Putih mengadakan acara di Akmil pada 24-27 Oktober 2024.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden sengaja bawa menteri ke Akmil untuk lihat semangat prajurit
“Bahwa seorang prajurit itu siap berkorban jiwa dan raga untuk bangsa dan negara, dan para menteri-menteri pun siap memberi segalanya untuk membela kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia,” kata Prabowo di Akmil, Jumat.
Selain itu, kata Prabowo, para taruna merupakan tunas pemimpin bangsa, dan harapan masyarakat Indonesia, sehingga menjadi alasan lain bagi dirinya memboyong Kabinet Merah Putih ke Akmil.
“Saya percaya negara di tangan yang aman. Kita punya masa depan generasi penerus yang baik-baik,” ujarnya.
Prabowo juga menjelaskan bahwa alasan dirinya mengadakan kegiatan bersama Kabinet Merah Putih di Akmil adalah mempertimbangkan aspek bersejarah dari Lembah Tidar.
“Di sini perlawanan terhadap penjajah berlangsung ratusan tahun. Di sini perjuangan pahlawan-pahlawan kita, dari sejak Sultan Agung melintasi daerah ini untuk menyerang Batavia, Diponegoro melawan penjajah, basisnya adalah di antara lima gunung, Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, dan Tidar,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih tiba di Akmil pada Kamis (24/10) dalam empat kloter kedatangan.
Rombongan para wakil menteri dan kepala badan tiba lebih dahulu, dan disusul Wakil Presiden Gibran. Rombongan para menteri, utusan khusus, penasehat khusus, dan staf khusus menjadi kloter ketiga yang tiba di Akmil. Adapun Presiden Prabowo tiba paling akhir.
Kabinet Merah Putih mengadakan acara di Akmil pada 24-27 Oktober 2024.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Presiden sengaja bawa menteri ke Akmil untuk lihat semangat prajurit
Pewarta : Rio Feisal, Andi Firdaus
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prabowo resmi lantik empat menteri dan satu wamen dalam reshuffle kabinet
08 September 2025 19:19 WIB
Mantan menteri Emil Salim beri pesan, Presiden Prabowo catat sendiri dengan balpoint
23 January 2025 6:57 WIB, 2025
Buntut patwal nunjuk sopir taksi saat mengawal mobil pejabat, berikut kelanjutannya
11 January 2025 16:00 WIB, 2025