OKU verifikasi desa SBS
Rabu, 23 Oktober 2024 20:14 WIB
Kabid Kesmas Dinas Kesehatan OKU Afua Amuri. ANTARA/Edo Purmana
Baturaja (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan melakukan verifikasi desa-desa yang belum menerapkan gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) untuk memastikan telah memiliki jamban keluarga.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan OKU Afua Amuri di Baturaja, Rabu, mengatakan dari 157 desa dan kelurahan yang ada di wilayahnya, sebanyak 141 di antaranya saat ini sudah menerapkan gerakan SBS atau 89,80 persen dari target sasaran.
"Hingga saat ini tersisa 16 desa lagi yang belum memiliki akses sanitasi jamban keluarga. Target kami sebelum akhir tahun nanti desa-desa tersebut turut mendeklarasikan gerakan SBS," katanya.
Dia mengatakan, 16 desa tersebut saat ini dalam tahap verifikasi untuk memastikan seluruh masyarakat di desa-desa itu telah buang air besar di jamban sehat.
Verifikasi desa SBS dilakukan oleh tim verifikator untuk menilai pernyataan perubahan perilaku masyarakat dengan tidak membuang hajat di sungai ataupun kawasan hutan.
"Verifikasi ini mencakup kunjungan ke rumah-rumah warga untuk melihat ketersediaan jamban sehat," ucapnya.
Dia menjelaskan, SBS merupakan gerakan untuk menciptakan kawasan yang bersih dan sehat dengan cara membuat jamban keluarga berikut sumber air bersih sehingga tercipta lingkungan yang benar-benar bebas dari penyakit.
Dalam gerakan ini masyarakat diedukasi agar stop membuang air besar di sembarang tempat seperti di sungai untuk menjaga lingkungan sekitar supaya tetap bersih sehingga dapat terhindar dari penyebaran penyakit menular.
"Setelah verifikasi ini dilanjutkan deklarasi sebagai wujud penghargaan kepada desa yang telah memiliki akses jamban keluarga," katanya.*
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan OKU Afua Amuri di Baturaja, Rabu, mengatakan dari 157 desa dan kelurahan yang ada di wilayahnya, sebanyak 141 di antaranya saat ini sudah menerapkan gerakan SBS atau 89,80 persen dari target sasaran.
"Hingga saat ini tersisa 16 desa lagi yang belum memiliki akses sanitasi jamban keluarga. Target kami sebelum akhir tahun nanti desa-desa tersebut turut mendeklarasikan gerakan SBS," katanya.
Dia mengatakan, 16 desa tersebut saat ini dalam tahap verifikasi untuk memastikan seluruh masyarakat di desa-desa itu telah buang air besar di jamban sehat.
Verifikasi desa SBS dilakukan oleh tim verifikator untuk menilai pernyataan perubahan perilaku masyarakat dengan tidak membuang hajat di sungai ataupun kawasan hutan.
"Verifikasi ini mencakup kunjungan ke rumah-rumah warga untuk melihat ketersediaan jamban sehat," ucapnya.
Dia menjelaskan, SBS merupakan gerakan untuk menciptakan kawasan yang bersih dan sehat dengan cara membuat jamban keluarga berikut sumber air bersih sehingga tercipta lingkungan yang benar-benar bebas dari penyakit.
Dalam gerakan ini masyarakat diedukasi agar stop membuang air besar di sembarang tempat seperti di sungai untuk menjaga lingkungan sekitar supaya tetap bersih sehingga dapat terhindar dari penyebaran penyakit menular.
"Setelah verifikasi ini dilanjutkan deklarasi sebagai wujud penghargaan kepada desa yang telah memiliki akses jamban keluarga," katanya.*
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Rayakan HUT ke-11, PT SBS komitmen wujudkan generasi sehat dan gelar penanaman pohon
03 February 2026 19:51 WIB
Momen HUT ke-11, Direktur Utama PT Satria Bahana Sarana serahkan bantuan sapi
19 January 2026 17:18 WIB
Dukung program pemerintah, PT SBS gelar sosialisasi dan seminar kesehatan hingga bangun PLTS sederhana
21 November 2025 17:55 WIB