Ketua LPPM Unsri Palembang kembangkan 'urban farming 4 in 1'
Sabtu, 10 Agustus 2024 16:46 WIB
Ketua LPPM Unsri Prof Benyamin Lakitan membahas urban farming bersama Kaprodi Agribisnis Pascasarjana Unsri Dr M Yamin dan Kapuslit Unbara Dr Dora Fatma Nurshanti. ANTARA/Yudi Abdullah
Palembang (ANTARA) - Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatera Selatan Profesor Benyamin Lakitan mengembangkan pertanian rumah tangga perkotaan dengan satu petak lahan untuk empat kegiatan pertanian (urban farming 4 in 1).
"Pengembangan urban farming 4 in 1 merupakan upaya memaksimalkan lahan di perkotaan yang luasannya terbatas namun tetap memberikan hasil pertanian sebagai bahan pangan yang banyak," kata Prof Benyamin, di lahan pertanian perkotaan di kawasan komplek perumahan Jakabaring, Palembang, Sabtu.
Dia menjelaskan, petak lahan di perkarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk empat kegiatan pertanian sekaligus perikanan yakni pertama bisa dibuat kolam kecil sekitar 2 X 4 meter diisi dengan ikan air tawar.
Kemudian kegiatan kedua di atas permukaan air kolam dibuat rakit yang bisa mengapungkan pot atau polybag untuk diisi tanaman cabai atau sayuran.
Kegiatan pertanian ketiga di sisi/samping kiri dan kanan kolam bisa ditempatkan pot atau polybag untuk tanaman yang merambat vertikal seperti kacang panjang.
Sedangkan kegiatan pertanian keempat pada sisi depan dan belakang kolam bisa ditempatkan pot atau polybag untuk diisi tanaman yang diarahkan merambat horizontal sekaligus bisa menjadi naungan kolam dari panas paparan sinar matahari.
Pengembangan pertanian perkotaan itu dikenal dengan konsep Integrated Sustainable Urban Farming (ISUF) yakni integrasi pertanian-perikanan-peternakan, katanya.
Mengenai tanaman yang cocok untuk kegiatan pertanian rumah tangga perkotaan seperti yang dikembangkan di lahan perumahannya yakni tanaman cabai dan sayuran yang memiliki bentuk serta warna menarik.
Tanaman cabai yang bisa ditanam di perkarangan rumah seperti cabai merah (bell pepper), cabai pisang (banana pepper) dan cabai jenis lainnya.
Sedangkan sayuran yang memiliki bentuk serta warna menarik yang bisa ditanam di perkarangan rumah seperti bayam merah, pakcoy, swiss chard (tanaman satu famili dengan bayam), tomat ceri, dan selada merah.
Tanaman untuk merambat vertikal yakni kacang panjang merah, dan tanaman untuk diarahkan tumbuh merambat horizontal seperti labu madu, dan pare.
Pertanian perkotaan itu selain dapat memenuhi unsur keindahan (estetika) juga dapat menjadi sumber gizi keluarga, bahkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.
Bagi masyarakat atau mahasiswa pertanian yang tertarik melakukan penelitian dan pengembangan pertanian perkotaan dapat berkunjung ke tempatnya di perumahan TOP Jakabaring Palembang,
jelas Ketua LPPM Unsri itu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ketua LPPM Unsri Palembang kembangkan 'urban farming 4 in 1'
"Pengembangan urban farming 4 in 1 merupakan upaya memaksimalkan lahan di perkotaan yang luasannya terbatas namun tetap memberikan hasil pertanian sebagai bahan pangan yang banyak," kata Prof Benyamin, di lahan pertanian perkotaan di kawasan komplek perumahan Jakabaring, Palembang, Sabtu.
Dia menjelaskan, petak lahan di perkarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk empat kegiatan pertanian sekaligus perikanan yakni pertama bisa dibuat kolam kecil sekitar 2 X 4 meter diisi dengan ikan air tawar.
Kemudian kegiatan kedua di atas permukaan air kolam dibuat rakit yang bisa mengapungkan pot atau polybag untuk diisi tanaman cabai atau sayuran.
Kegiatan pertanian ketiga di sisi/samping kiri dan kanan kolam bisa ditempatkan pot atau polybag untuk tanaman yang merambat vertikal seperti kacang panjang.
Sedangkan kegiatan pertanian keempat pada sisi depan dan belakang kolam bisa ditempatkan pot atau polybag untuk diisi tanaman yang diarahkan merambat horizontal sekaligus bisa menjadi naungan kolam dari panas paparan sinar matahari.
Pengembangan pertanian perkotaan itu dikenal dengan konsep Integrated Sustainable Urban Farming (ISUF) yakni integrasi pertanian-perikanan-peternakan, katanya.
Mengenai tanaman yang cocok untuk kegiatan pertanian rumah tangga perkotaan seperti yang dikembangkan di lahan perumahannya yakni tanaman cabai dan sayuran yang memiliki bentuk serta warna menarik.
Tanaman cabai yang bisa ditanam di perkarangan rumah seperti cabai merah (bell pepper), cabai pisang (banana pepper) dan cabai jenis lainnya.
Sedangkan sayuran yang memiliki bentuk serta warna menarik yang bisa ditanam di perkarangan rumah seperti bayam merah, pakcoy, swiss chard (tanaman satu famili dengan bayam), tomat ceri, dan selada merah.
Tanaman untuk merambat vertikal yakni kacang panjang merah, dan tanaman untuk diarahkan tumbuh merambat horizontal seperti labu madu, dan pare.
Pertanian perkotaan itu selain dapat memenuhi unsur keindahan (estetika) juga dapat menjadi sumber gizi keluarga, bahkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.
Bagi masyarakat atau mahasiswa pertanian yang tertarik melakukan penelitian dan pengembangan pertanian perkotaan dapat berkunjung ke tempatnya di perumahan TOP Jakabaring Palembang,
jelas Ketua LPPM Unsri itu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ketua LPPM Unsri Palembang kembangkan 'urban farming 4 in 1'
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
LPPM Unsri fasilitasi penelitian dosen di tujuh kabupaten wilayah Sumsel
03 October 2022 17:25 WIB, 2022
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Dokter: Penggunaan insulin bantu kendalikan kadar gula darah dan cegah komplikasi
03 May 2026 7:51 WIB
Hari Pendidikan Nasional: Kilang Pertamina Plaju dorong literasi energi generasi muda
02 May 2026 20:46 WIB
Penerimaan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi di kampus dunia naik 150 persen
02 May 2026 9:20 WIB
Perkuat potensi perempuan, Kilang Plaju gelar pelatihan personal branding "Kartini Masa Kini"
24 April 2026 10:52 WIB