Dua desa binaan Kilang Pertamina Palembang manfaatkan energi baru terbarukan
Jumat, 7 Juni 2024 22:00 WIB
Dua warga di rumah di desa binaan Kilang Pertamina Plaju Palembang yang memanfaatkan energi baru terbarukan sebagai sumber penerangan. (ANTARA/HO-Kilang Plaju)
Palembang (ANTARA) - Sebanyak dua desa di Sumatera Selatan binaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit III Plaju, Palembang memanfaatkan energi baru terbarukan sebagai sumber energi listrik sehingga tidak terpengaruh pemadaman total listrik PLN Sumbagsel, Selasa (4/6).
"Dua desa yang menggunakan energi baru terbarukan itu yakni Dusun Rantau Dedap di Desa Segamit, Kabupaten Muara Enim dan Dusun Selpah di Desa Singapure, Kabupaten Lahat," kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI RU III Plaju Siti Rachmi Indahsari di Palembang, Jumat.
Dia menjelaskan dua desa di dataran tinggi Sumsel itu menikmati energi listrik untuk penerangan dan aktivitas sehari-hari dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) potensi alam, yakni air (energi hidro) dan sinar matahari (energi surya).
Provinsi Sumatera Selatan mempunyai potensi energi baru terbarukan yang melimpah. Berdasarkan data Kementerian ESDM, saat ini Sumsel memiliki potensi EBT 21.032 megawatt (MW) dengan kapasitas energi sudah dihasilkan 989,12 MW atau sekitar 4,7 persen.
Berdasarkan potensi EBT itu, provinsi setempat mempunyai potensi energi minihidro dan mikrohidro 448 MW dan energi surya 17,23 gigawatt (GW), tersebar di beberapa kabupaten, seperti Muara Enim dan Lahat.
Dengan potensi EBT cukup besar dan belum dimanfaatkan secara optimal, pihaknya terus berupaya mengembangkan penggunaan energi baru terbarukan itu ke desa binaan lainnya di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota tersebut.
Kilang Pertamina Plaju sebagai perusahaan pengolahan migas dan petrokimia berkomitmen mendorong realisasi EBT di daerah operasional, meliputi Sumsel, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung (Sumbagsel)
Hal itu sejalan dengan misi Pertamina sebagai pemimpin dalam transisi energi, untuk mendorong tercipta ekosistem energi berkelanjutan sehingga visi Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 tercapai.
Sebelumnya, Sekretaris Desa Singapure Viktor mengatakan aktivitas warga Dusun Selpah didukung energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLMTH) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
“Panel listrik dari PLTMH dan PLTS yang dibangun sejak 2019 melalui Program Desa Energi Berdikari Kilang Pertamina Plaju hingga kini tetap berfungsi dengan baik mengalirkan energi listrik ke rumah-rumah penduduk," katanya.
"Dua desa yang menggunakan energi baru terbarukan itu yakni Dusun Rantau Dedap di Desa Segamit, Kabupaten Muara Enim dan Dusun Selpah di Desa Singapure, Kabupaten Lahat," kata Area Manager Communication, Relations & CSR PT KPI RU III Plaju Siti Rachmi Indahsari di Palembang, Jumat.
Dia menjelaskan dua desa di dataran tinggi Sumsel itu menikmati energi listrik untuk penerangan dan aktivitas sehari-hari dengan memanfaatkan energi baru terbarukan (EBT) potensi alam, yakni air (energi hidro) dan sinar matahari (energi surya).
Provinsi Sumatera Selatan mempunyai potensi energi baru terbarukan yang melimpah. Berdasarkan data Kementerian ESDM, saat ini Sumsel memiliki potensi EBT 21.032 megawatt (MW) dengan kapasitas energi sudah dihasilkan 989,12 MW atau sekitar 4,7 persen.
Berdasarkan potensi EBT itu, provinsi setempat mempunyai potensi energi minihidro dan mikrohidro 448 MW dan energi surya 17,23 gigawatt (GW), tersebar di beberapa kabupaten, seperti Muara Enim dan Lahat.
Dengan potensi EBT cukup besar dan belum dimanfaatkan secara optimal, pihaknya terus berupaya mengembangkan penggunaan energi baru terbarukan itu ke desa binaan lainnya di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota tersebut.
Kilang Pertamina Plaju sebagai perusahaan pengolahan migas dan petrokimia berkomitmen mendorong realisasi EBT di daerah operasional, meliputi Sumsel, Jambi, Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung (Sumbagsel)
Hal itu sejalan dengan misi Pertamina sebagai pemimpin dalam transisi energi, untuk mendorong tercipta ekosistem energi berkelanjutan sehingga visi Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 tercapai.
Sebelumnya, Sekretaris Desa Singapure Viktor mengatakan aktivitas warga Dusun Selpah didukung energi listrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLMTH) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
“Panel listrik dari PLTMH dan PLTS yang dibangun sejak 2019 melalui Program Desa Energi Berdikari Kilang Pertamina Plaju hingga kini tetap berfungsi dengan baik mengalirkan energi listrik ke rumah-rumah penduduk," katanya.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mitra binaan Pusri "Roemah Jumpoetan" raih sertifikat SNI, jadi yang pertama di Indonesia
26 January 2026 15:33 WIB
Seorang warga binaan Rutan Baturaja terima remisi Natal 2025, masa tahanan dipotong satu bulan
27 December 2025 9:56 WIB
PT Bumi Andalas Permai salurkan bantuan mesin pemotong rumput ke desa binaan Kabupaten OKI
19 December 2025 9:23 WIB
PT Bumi Andalas Permai serahkan perlengkapan sekolah siswa SD di desa binaan Kabupaten OKI
22 November 2025 10:37 WIB
Kilang Pertamina Plaju tampilkan UMKM binaan unggulan di SMEXPO Palembang 2025
19 October 2025 21:59 WIB
PT Bumi Andalas Permai bantu pengembangan UMKM di desa binaan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumsel
02 October 2025 16:03 WIB
Pusri gandeng BRI gelar pelatihan manajemen keuangan untuk UMK mitra binaan
30 September 2025 12:00 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial
10 December 2025 18:10 WIB