Karantina Sumsel dan importir Tiongkok tinjau kebun kopi Pagaralam
Senin, 22 April 2024 16:57 WIB
Tim Balai Karantina Sumsel mendampingi importir Tiongkok meninjau kebun kopi di Pagaralam. (ANTARA/HO-Balai Karantina Sumsel/24)
Palembang (ANTARA) - Tim Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan mendampingi importir dari Tiongkok dan Kamboja meninjau kebun kopi di Kota Pagaralam untuk menjajaki kerja sama pasokan komoditas tersebut ke negaranya.
"Beberapa hari ini saya bersama Ketua Tim Karantina Tumbuhan Anita Setyawati mendampingi rombongan importir dari dua negara yakni Tiongkok dan Kamboja melihat langsung kebun, sistem pergudangan (warehouse), dan pengolahan kopi petani Pagaralam yang akan dijadikan mitra kerja sama perdagangan antar negara itu," kata Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel Kostan Manalu, di Palembang, Senin.
Dia menjelaskan, importir dari Kamboja dan Tiongkok berkeinginan memperbanyak impor komoditas perkebunan dari Sumatera Selatan ke negaranya.
"Sebelumnya importir dari kedua negara tersebut menjadwalkan mengimpor vanili dari Desa Cacar, Kabupaten Musi Rawas, dan kini dijajaki impor kopi Pagaralam," ujarnya.
Menurut dia, Tim Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel siap memfasilitasi petani mengekspor komoditas yang dihasilkannya agar tidak menghadapi masalah karantina atau notifikasi ketidaksesuaian (notification of non- compliance) di negara tujuan ekspor.
"Tim kami tidak hanya memfasilitasi ekspor vanili dan kopi, tetapi komoditas lain seperti rempah-rempah, daun kelor dan lainnya," ujarnya.
Dia menjelaskan, seperti diketahui beberapa tahun terakhir terjadi perubahan gaya hidup dan perekonomian masyarakat Tiongkok sehingga perlahan membuat kopi menjadi primadona baru di negara tersebut,
Kondisi tersebut merupakan peluang pangsa pasar sangat baik yang harus dimanfaatkan sebaik baiknya dengan menjamin kopi hasil dari perkebunan di kota yang dikenal dengan keindahan Gunung Demponya itu terbebas dari hama penyakit tumbuhan, kata Kostan.
"Beberapa hari ini saya bersama Ketua Tim Karantina Tumbuhan Anita Setyawati mendampingi rombongan importir dari dua negara yakni Tiongkok dan Kamboja melihat langsung kebun, sistem pergudangan (warehouse), dan pengolahan kopi petani Pagaralam yang akan dijadikan mitra kerja sama perdagangan antar negara itu," kata Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel Kostan Manalu, di Palembang, Senin.
Dia menjelaskan, importir dari Kamboja dan Tiongkok berkeinginan memperbanyak impor komoditas perkebunan dari Sumatera Selatan ke negaranya.
"Sebelumnya importir dari kedua negara tersebut menjadwalkan mengimpor vanili dari Desa Cacar, Kabupaten Musi Rawas, dan kini dijajaki impor kopi Pagaralam," ujarnya.
Menurut dia, Tim Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumsel siap memfasilitasi petani mengekspor komoditas yang dihasilkannya agar tidak menghadapi masalah karantina atau notifikasi ketidaksesuaian (notification of non- compliance) di negara tujuan ekspor.
"Tim kami tidak hanya memfasilitasi ekspor vanili dan kopi, tetapi komoditas lain seperti rempah-rempah, daun kelor dan lainnya," ujarnya.
Dia menjelaskan, seperti diketahui beberapa tahun terakhir terjadi perubahan gaya hidup dan perekonomian masyarakat Tiongkok sehingga perlahan membuat kopi menjadi primadona baru di negara tersebut,
Kondisi tersebut merupakan peluang pangsa pasar sangat baik yang harus dimanfaatkan sebaik baiknya dengan menjamin kopi hasil dari perkebunan di kota yang dikenal dengan keindahan Gunung Demponya itu terbebas dari hama penyakit tumbuhan, kata Kostan.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Palembang matangkan pembangunan kebun binatang, lokasi di Kertapati atau Gandus
29 October 2025 22:21 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB