Sumsel berperan cukupi kebutuhan beras Jambi
Sabtu, 2 Maret 2024 21:30 WIB
Gubernur Jambi Al Haris saat panen cabai merah di Desa Tidar Kuranji Kabupaten Batanghari, Jambi.(ANTARA/Ho/diskominfo Jambi)
Jambi (ANTARA) - Masyarakat Jambi sebagian besar masih mengkonsumsi beras dari provinsi tetangga Sumatera Selatan karena produksi petani setempat belum mencukupi kebutuhan.
Gubernur Al Haris di Jambi, Sabtu, mengatakan, daerahnya menjadi terbantu lantaran mendapatkan suplai dari Sumsel apalagi di saat sejumlah wilayag sentra produksi mengalami banjir.
"Saat ini untuk beras kita masih mengimpor, Jambi sendiri banyak menggunakan beras dari Sumsel," kata dia.
Ia mengatakan saat ini tak hanya beras yang mengalami kenaikan harga tapi cabai merah juga mengalami hal serupa akibat banjir.
Sejumlah sentra produksi cabai di Jambi juga gagal panen akibat banjir sehingga petani mengalami kerugian akibat tanaman terendam air.
Kedua komoditi tersebut yang mengakibatkan Jambi mengalami inflasi, dimana untuk beras walau sudah disuplai daerah lain tapi kenaikan harga tak dapat dihindarkan.
Begitu pula dengan cabai merah juga mengalami kenaikan karena stok berkurang di tengah lonjakan permintaan menjelang Ramadhan.
Pemprov Jambi bersama pemerintah kabupaten untuk menginisiasi penanaman cabai seperti di Desa Tidar Kuranji, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari untuk menjaga ketahanan pangan.
Gubernur mengharapkan di setiap kampung tersedia satu atau setengah hektar lahan cabai sehingga setidaknya dapat memenuhi kebutuhan cabai di satu kecamatan.
Pemerintah Provinsi Jambi sangat mendukung program dari para petani juga program dari pemerintah kabupaten, terutama untuk pengembangan sentra pertanian.
Dukungan pemerintah itu seperti penyaluran bantuan bibit dan alat mesin pertanian.
Gubernur Al Haris di Jambi, Sabtu, mengatakan, daerahnya menjadi terbantu lantaran mendapatkan suplai dari Sumsel apalagi di saat sejumlah wilayag sentra produksi mengalami banjir.
"Saat ini untuk beras kita masih mengimpor, Jambi sendiri banyak menggunakan beras dari Sumsel," kata dia.
Ia mengatakan saat ini tak hanya beras yang mengalami kenaikan harga tapi cabai merah juga mengalami hal serupa akibat banjir.
Sejumlah sentra produksi cabai di Jambi juga gagal panen akibat banjir sehingga petani mengalami kerugian akibat tanaman terendam air.
Kedua komoditi tersebut yang mengakibatkan Jambi mengalami inflasi, dimana untuk beras walau sudah disuplai daerah lain tapi kenaikan harga tak dapat dihindarkan.
Begitu pula dengan cabai merah juga mengalami kenaikan karena stok berkurang di tengah lonjakan permintaan menjelang Ramadhan.
Pemprov Jambi bersama pemerintah kabupaten untuk menginisiasi penanaman cabai seperti di Desa Tidar Kuranji, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari untuk menjaga ketahanan pangan.
Gubernur mengharapkan di setiap kampung tersedia satu atau setengah hektar lahan cabai sehingga setidaknya dapat memenuhi kebutuhan cabai di satu kecamatan.
Pemerintah Provinsi Jambi sangat mendukung program dari para petani juga program dari pemerintah kabupaten, terutama untuk pengembangan sentra pertanian.
Dukungan pemerintah itu seperti penyaluran bantuan bibit dan alat mesin pertanian.
Pewarta : Nanang Mairiadi
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Penduduk tembus 9 juta, kursi DPRD Sumsel diusulkan bertambah jadi 85 pada Pileg 2029
03 March 2026 9:30 WIB
Pemprov Sumsel optimalkan relawan kampung siaga bencana hadapi peralihan musim
20 February 2026 22:39 WIB
Pemprov Sumsel siap tanggung biaya kepulangan 15 WNI korban penipuan di Kamboja
20 February 2026 20:02 WIB
KAI Divre III Palembang catat lonjakan penumpang 152 persen selama libur Imlek
19 February 2026 4:27 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
10 gajah ngamuk di Siak, ternyata demi selamatkan anak yang masuk tangki septik
22 February 2026 19:30 WIB
Tiga bulan setelah banjir bandang, seribuan warga Sibio-bio Tapteng masih terisolir
21 February 2026 19:47 WIB