Waspada gigitan ular selama musim hujan
Jumat, 2 Februari 2024 9:33 WIB
Seorang relawan Exotic Animal Lovers (Exalos) Indonesia memperlihatkan seekor ular Pucuk (Ahaetulla prasina) sebelum dilepasliarkan di kawasan hutan. ANTARA FOTO/Siswowidodo/wsj.
Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta meminta masyarakat di provinsi setempat mewaspadai bahaya gigitan ular berbisa yang kasusnya berpotensi meningkat saat musim hujan.
"Di Gunungkidul ada beberapa kasus (gigitan ular berbisa) sehingga ini juga harus diwaspadai daerah lain, karena kalau musim hujan mereka kan keluar dari lubang," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie di Yogyakarta, Kamis.
Manakala ada warga yang menjadi korban gigitan ular, katanya, harus segera dilarikan ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat untuk mendapat penanganan medis.
"Penanganan pertamanya harus dibawa ke fasyankes terdekat. Jadi, begitu ada kasus seperi itu harus tidak ada tawar menawar lagi ke fasyankes, puskesmas atau klinik," ujar dia.
Pembajun mengakui akibat beberapa kasus gigitan ular berbisa yang terjadi di Gunungkidul beberapa waktu terakhir, Dinkes DIY bahkan harus mengajukan kembali stok serum anti bisa ular (ABU) ke pemerintah pusat.
"Alhamdulillah kita sudah dapat, sudah sedia. Untuk pemakaian ABU untuk bisa ular itu tidak bisa satu orang satu (dosis), tidak. Harus sesuai standar bobotnya atau bisa apa yang masuk dan (jenis) ular yang seperti apa," kata dia.
Meski dipastikan saat ini persediaan ABU di DIY dalam kondisi cukup, Pembajun menuturkan penggunaan ABU bakal dimobilisasi langsung oleh masing-masing dinas kesehatan kabupaten/kota.
Menurutnya, sudah ada beberapa rumah sakit di DIY yang menyediakan sendiri penawar bisa ular itu.
"Karena agak mahal ya ABU ini, dinkes kabupaten/kota itu siap memobilisasi ABU di wilayah mereka," kata dia.
Pembajun menilai bahaya gigitan ular menjadi salah satu hal yang penting untuk diwaspadai masyarakat disamping menjaga kesehatan agar terhindar dari potensi penyakit musim hujan seperti leptospirosis hingga diare.
"Kuncinya satu kebersihan lingkungan, kemudian perilaku mengonsumsi, dan jaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," ucap dia.
"Di Gunungkidul ada beberapa kasus (gigitan ular berbisa) sehingga ini juga harus diwaspadai daerah lain, karena kalau musim hujan mereka kan keluar dari lubang," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie di Yogyakarta, Kamis.
Manakala ada warga yang menjadi korban gigitan ular, katanya, harus segera dilarikan ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat untuk mendapat penanganan medis.
"Penanganan pertamanya harus dibawa ke fasyankes terdekat. Jadi, begitu ada kasus seperi itu harus tidak ada tawar menawar lagi ke fasyankes, puskesmas atau klinik," ujar dia.
Pembajun mengakui akibat beberapa kasus gigitan ular berbisa yang terjadi di Gunungkidul beberapa waktu terakhir, Dinkes DIY bahkan harus mengajukan kembali stok serum anti bisa ular (ABU) ke pemerintah pusat.
"Alhamdulillah kita sudah dapat, sudah sedia. Untuk pemakaian ABU untuk bisa ular itu tidak bisa satu orang satu (dosis), tidak. Harus sesuai standar bobotnya atau bisa apa yang masuk dan (jenis) ular yang seperti apa," kata dia.
Meski dipastikan saat ini persediaan ABU di DIY dalam kondisi cukup, Pembajun menuturkan penggunaan ABU bakal dimobilisasi langsung oleh masing-masing dinas kesehatan kabupaten/kota.
Menurutnya, sudah ada beberapa rumah sakit di DIY yang menyediakan sendiri penawar bisa ular itu.
"Karena agak mahal ya ABU ini, dinkes kabupaten/kota itu siap memobilisasi ABU di wilayah mereka," kata dia.
Pembajun menilai bahaya gigitan ular menjadi salah satu hal yang penting untuk diwaspadai masyarakat disamping menjaga kesehatan agar terhindar dari potensi penyakit musim hujan seperti leptospirosis hingga diare.
"Kuncinya satu kebersihan lingkungan, kemudian perilaku mengonsumsi, dan jaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)," ucap dia.
Pewarta : Luqman Hakim
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komandan Damkar dikeroyok "pasukannya" saat anak buah lainnya dikecoh amankan ular
16 October 2024 14:35 WIB, 2024
Pusri tinjau sarana pergudangan di DIY, pantau distribusi pupuk subsidi
10 July 2024 10:32 WIB, 2024
Guru Besar UGM: AI dan big data bisa percepat pengembangan obat baru
10 February 2024 11:19 WIB, 2024
Tak laorkan LADK KPU batalkan Partai Buruh dari peserta Pemilu 2024 di Kulon Progo
09 February 2024 12:22 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB