Hamas kian dekat sepakati gencatan senjata dengan Israel
Selasa, 21 November 2023 15:04 WIB
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi teatrikal peduli Palestina . ANTARA FOTO/Arnas Padda/nym.
Gaza City (ANTARA) - Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menyatakan kelompok perlawanan Palestina itu hampir menyepakati gencatan senjata dengan Israel.
“Hamas telah menyampaikan tanggapannya kepada saudara-saudara kami di Qatar dan para juru runding. Kita hampir mendekati kesepakatan gencatan senjata," kata Haniyeh melalui platform Telegram, Selasa.
Perlu dicatat bahwa sejumlah kerabat sandera Israel yang ditahan Hamas tidak menghadiri pertemuan dengan pemerintah Israel pada Senin malam lalu.
Harian Israel Haaretz melaporkan bahwa banyak kerabat warga Israel yang disandera Hamas di Gaza memboikot pertemuan dengan pemerintah Israel karena kecewa saat diberi tahu pemerintah Israel bahwa "membebaskan sandera dan menggulingkan Hamas sama pentingnya".
Sejak Israel membom Gaza setelah diserang secara mendadak oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, sedikitnya 13.000 warga Palestina terbunuh, termasuk lebih dari 9.000 perempuan dan anak-anak.
Berdasarkan data terbaru dari otoritas Palestina, lebih dari 30.000 orang terluka akibat perang ini.
Ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, mesjid, dan gereja, juga rusak atau hancur akibat serangan udara dan darat Israel di kantong Palestina yang terkepung itu.
Blokade Israel telah memutuskan pasokan bahan bakar, listrik, dan air ke Gaza, serta mengurangi pasokan bantuan.
Korban tewas di pihak Israel adalah 1.200 jiwa.
Sumber: Anadolu
“Hamas telah menyampaikan tanggapannya kepada saudara-saudara kami di Qatar dan para juru runding. Kita hampir mendekati kesepakatan gencatan senjata," kata Haniyeh melalui platform Telegram, Selasa.
Perlu dicatat bahwa sejumlah kerabat sandera Israel yang ditahan Hamas tidak menghadiri pertemuan dengan pemerintah Israel pada Senin malam lalu.
Harian Israel Haaretz melaporkan bahwa banyak kerabat warga Israel yang disandera Hamas di Gaza memboikot pertemuan dengan pemerintah Israel karena kecewa saat diberi tahu pemerintah Israel bahwa "membebaskan sandera dan menggulingkan Hamas sama pentingnya".
Sejak Israel membom Gaza setelah diserang secara mendadak oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, sedikitnya 13.000 warga Palestina terbunuh, termasuk lebih dari 9.000 perempuan dan anak-anak.
Berdasarkan data terbaru dari otoritas Palestina, lebih dari 30.000 orang terluka akibat perang ini.
Ribuan bangunan, termasuk rumah sakit, mesjid, dan gereja, juga rusak atau hancur akibat serangan udara dan darat Israel di kantong Palestina yang terkepung itu.
Blokade Israel telah memutuskan pasokan bahan bakar, listrik, dan air ke Gaza, serta mengurangi pasokan bantuan.
Korban tewas di pihak Israel adalah 1.200 jiwa.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Nasional
Lihat Juga
Jenazah tiga prajurit TNI gugur tiba di Indonesia, Prabowo sampaikan belasungkawa
04 April 2026 19:57 WIB