Disbudpar Pali gelar festival Candi Bumi Ayu untuk lestarikan warisan budaya
Selasa, 3 Oktober 2023 19:47 WIB
Kadisbudpar Pali Novita Febrianti (kanan) bersama pengurus ICMI Sumsel dan panitia festival Candi Bumi Ayu ketika memberikan keterangan pers di kantor ICMI Palembang, Selasa (3/10). (ANTARA/Yudi Abdullah/23)
Palembang (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pali, Sumatera Selatan menggelar festival Candi Bumi Ayu untuk melestarikan warisan budaya peninggalan zaman Kerajaan Sriwijaya.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada19 - 20 Oktober 2023 itu didukung pengurus dan dewan pakar seni budaya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Sumsel, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pali Novita Febrianti ketika memberikan keterangan pers bersama pengurus ICMI Orwil Sumsel di Palembang, Selasa.
Menurut Kadisbudpar Novita, dalam festival tersebut disemarakkan dengan perlombaan permainan rakyat, teaterikal, dan seminar Candi Bumi Ayu.
Lomba permainan rakyat yang digelar dalam festival tersebut seperti permainan bakiak, gasing, engkrang, dan bolak balik balok.
Kegiatan yang baru pertama kali digelar itu, akan dijadikan kegiatan tahunan dan masuk dalam kalender wisata unggulan Kabupaten Pali.
Selain itu, melalui festival tersebut diharapkan dapat menarik perhatian pemerintah pusat dan masyarakat internasional membantu upaya Pemkab Pali melakukan rekonstruksi Candi Bumi Ayu yang kini dalam kondisi potongan batu candi berserakan di sekitar area yang luasnya mencapai tiga hektare, kata Novita.
Sementara Sekretaris ICMI Orwil Sumsel Bahrul Ilmi Yakub menjelaskan bahwa festival tersebut didorong semangat pelestarian tiga peninggalan Kerajaan Sriwijaya yakni Candi Bumi Ayu di Pali, Sumsel, Candi Muara Jambi di Jambi, serta Candi Muara Takus di Riau, namun Candi Bumi Ayu kurang mendapat perhatian.
Candi Bumi Ayu berbeda dengan candi-candi yang ada di Tanah Air, karena Candi Hindu itu di dalam stupanya terdapat arca Budha.
Candi Bumi Ayu menunjukkan simbol toleransi beragama yang sudah lama diwariskan nenek moyang Bangsa Indonesia sejak masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya.
"Candi Bumi Ayu tidak hanya aset Kabupaten Pali dan Provinsi Sumsel, tetapi merupakan aset nasional yang perlu dilestarikan bersama agar bisa terus menjadi kebanggaan dan dinikmati generasi penerus bangsa," kata Bahrul.
Kemudian Budayawan, Dewan Pakar ICMI Sumsel dan Dewan Pengarah Festival Candi Bumi Ayu Erwan Suryanegara menambahkan setelah kegiatan itu akan dibuat film dokumenter terkait candi tersebut.
Dengan adanya film dokumenter diharapkan dapat menarik perhatian berbagai pihak untuk mendukung rekonstruksi Candi Bumi Ayu serta pemajuan kebudayaan daerah dan nasional, ujar Erwan.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari pada19 - 20 Oktober 2023 itu didukung pengurus dan dewan pakar seni budaya Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Sumsel, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pali Novita Febrianti ketika memberikan keterangan pers bersama pengurus ICMI Orwil Sumsel di Palembang, Selasa.
Menurut Kadisbudpar Novita, dalam festival tersebut disemarakkan dengan perlombaan permainan rakyat, teaterikal, dan seminar Candi Bumi Ayu.
Lomba permainan rakyat yang digelar dalam festival tersebut seperti permainan bakiak, gasing, engkrang, dan bolak balik balok.
Kegiatan yang baru pertama kali digelar itu, akan dijadikan kegiatan tahunan dan masuk dalam kalender wisata unggulan Kabupaten Pali.
Selain itu, melalui festival tersebut diharapkan dapat menarik perhatian pemerintah pusat dan masyarakat internasional membantu upaya Pemkab Pali melakukan rekonstruksi Candi Bumi Ayu yang kini dalam kondisi potongan batu candi berserakan di sekitar area yang luasnya mencapai tiga hektare, kata Novita.
Sementara Sekretaris ICMI Orwil Sumsel Bahrul Ilmi Yakub menjelaskan bahwa festival tersebut didorong semangat pelestarian tiga peninggalan Kerajaan Sriwijaya yakni Candi Bumi Ayu di Pali, Sumsel, Candi Muara Jambi di Jambi, serta Candi Muara Takus di Riau, namun Candi Bumi Ayu kurang mendapat perhatian.
Candi Bumi Ayu berbeda dengan candi-candi yang ada di Tanah Air, karena Candi Hindu itu di dalam stupanya terdapat arca Budha.
Candi Bumi Ayu menunjukkan simbol toleransi beragama yang sudah lama diwariskan nenek moyang Bangsa Indonesia sejak masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya.
"Candi Bumi Ayu tidak hanya aset Kabupaten Pali dan Provinsi Sumsel, tetapi merupakan aset nasional yang perlu dilestarikan bersama agar bisa terus menjadi kebanggaan dan dinikmati generasi penerus bangsa," kata Bahrul.
Kemudian Budayawan, Dewan Pakar ICMI Sumsel dan Dewan Pengarah Festival Candi Bumi Ayu Erwan Suryanegara menambahkan setelah kegiatan itu akan dibuat film dokumenter terkait candi tersebut.
Dengan adanya film dokumenter diharapkan dapat menarik perhatian berbagai pihak untuk mendukung rekonstruksi Candi Bumi Ayu serta pemajuan kebudayaan daerah dan nasional, ujar Erwan.
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
SKK Migas-PHR 4 salurkan beasiswa non ikatan dinas, buka harapan generasi muda PALI
09 April 2026 18:00 WIB
PEP Adera Field temukan sumur minyak baru di PALI berpotensi 505 barel minyak per hari
20 March 2026 11:16 WIB
Salah seorang saksi korupsi Disperindag PALI sebut perusahaan pengadaan barang merupakan milik kepala dinas
22 September 2025 23:25 WIB
Pertamina EP Adera Field gelar sosialisasi ProKlim di PALI, dorong aksi nyata hadapi perubahan iklim
15 August 2025 13:48 WIB
Terpopuler - Pariwisata
Lihat Juga
Targetkan 30 juta wisatawan, Pemprov Sumsel perkuat promosi pariwisata daerah
07 April 2026 6:56 WIB
Kunjungan wisatawan Pantai Parangtritis tembus 50 ribu orang selama libur Lebaran
24 March 2026 20:12 WIB