Kapsul NASA pembawa sampel asteroid pertamamendarat di Bumi
Senin, 25 September 2023 16:07 WIB
Ilustrasi: Asteroid. (ANTARA/NASA)
Washington (ANTARA) - Sampel asteroid pertama yang dikumpulkan dari luar angkasa oleh kapsul NASA mendarat di Negara Bagian Utah, Amerika Serikat, pada Minggu (24/9).
Kapsul OSIRIS-REx pembawa sampel itu sukses mendarat di Utah Test and Training Range usai kembali dari misi membawa sampel asterid Bennu ke Bumi tersebut.
Kapsul itu menyelesaikan perjalanannya sejauh 6,2 miliar km.
"Ini merupakan misi pengembalian sampel perdana AS dan akan membuka kapsul waktu ke awal sistem tata surya kita," kata NASA dalam platform X.
Pesawat luar angkasa milik NASA, OSIRIS-REx, diluncurkan untuk mengumpulkan dan mengembalikan sampel dari asteroid Bennu tujuh tahun lalu dari Florida.
Kapsul tersebut memuat sekitar 8,8 ons tanah dan batu asteroid yang dikumpulkan dari jarak 102.000 kilometer di atas permukaan Bumi.
Tim ilmuwan akan mengumpulkan sampel seperti partikel udara, debu dan tanah dari lokasi pendaratan.
Direktur Sains Planet NASA Lori Glaze berkata kepada CNN bahwa para ilmuwan yakin asteroid Bennu mewakili material tertua dari tata surya yang terbentuk dari bintang-bintang dan ledakan supernova.
"Dan untuk alasan inilah, NASI berinvestasi dalam misi ini yang dikhususkan untuk benda-benda kecil guna meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana tata surya kita terbentuk dan berevolusi," kata Glaze.
Sumber: Anadolu
Kapsul OSIRIS-REx pembawa sampel itu sukses mendarat di Utah Test and Training Range usai kembali dari misi membawa sampel asterid Bennu ke Bumi tersebut.
Kapsul itu menyelesaikan perjalanannya sejauh 6,2 miliar km.
"Ini merupakan misi pengembalian sampel perdana AS dan akan membuka kapsul waktu ke awal sistem tata surya kita," kata NASA dalam platform X.
Pesawat luar angkasa milik NASA, OSIRIS-REx, diluncurkan untuk mengumpulkan dan mengembalikan sampel dari asteroid Bennu tujuh tahun lalu dari Florida.
Kapsul tersebut memuat sekitar 8,8 ons tanah dan batu asteroid yang dikumpulkan dari jarak 102.000 kilometer di atas permukaan Bumi.
Tim ilmuwan akan mengumpulkan sampel seperti partikel udara, debu dan tanah dari lokasi pendaratan.
Direktur Sains Planet NASA Lori Glaze berkata kepada CNN bahwa para ilmuwan yakin asteroid Bennu mewakili material tertua dari tata surya yang terbentuk dari bintang-bintang dan ledakan supernova.
"Dan untuk alasan inilah, NASI berinvestasi dalam misi ini yang dikhususkan untuk benda-benda kecil guna meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana tata surya kita terbentuk dan berevolusi," kata Glaze.
Sumber: Anadolu
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Asteroid seluas hampir dua kali Stadion GBK akan melintas dekat Bumi pada 22 Oktober
20 October 2022 21:01 WIB, 2022
Lapan sebut Asteroid 1997 BQ akan melintas dekat bumi menjelang Idul Fitri
21 May 2020 23:29 WIB, 2020
Asteroid bergerak mendekati bumi bukan berarti akan menabrak, kata Peniliti LAPAN
04 May 2020 14:07 WIB, 2020
Asteroid lebih tinggi dari Menara Big Ben dekati bumi tapi tidak berbahaya
24 July 2019 21:40 WIB, 2019