Penyakit hewan brucella, ini cegahnya
Minggu, 6 Agustus 2023 23:48 WIB
Karantian Pertanian Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memantau Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) Brucella Melitensis pada 356 ekor sampel ternak kambing di Mamuju, Minggu (06/8/2023) ANTARA Foto/M Faisal Hanapi
Mamuju (ANTARA) - Karantian Pertanian Mamuju Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memantau hama penyakit hewan karantina (HPHK) brucella melitensis pada 356 ekor sampel ternak kambing.
Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono, di Mamuju, Minggu mengatakan pemantauan HPHK dilakukan dengan melaksanakan pengambilan sampel darah pada kambing untuk mengetahui sebaran HPHK brucella melitensis
"Dilakukan pengambilan sampel darah sebanyak 356 sampel yang diperoleh dari seluruh kambing yang ada diseluruh Kabupaten di Sulbar untuk dilakukan pengujian penyakit brucellosis menggunakan metode rose bengal test (RBT) dan complement fixation test (CFT)," katanya.
Menurut dia, ternak kambing adalah inang dari brucella, hama penyakit tersebut dapat menyebabkan keguguran atau lahir mati pada kambing sehingga dapat menyebabkan kerugian bagi peternak," katanya.
Selain itu, brucella juga bersifat zoonosis yang dapat berbahaya bagi kondisi kesehatan manusia apabila tertular, sehingga harus dipantau untuk selanjutnya diantisipasi bila ditemukan.
Ia mengatakan, pemantauan HPHK pada hewan ternak di Sulbar merupakan agenda tahunan untuk mengetahui perkembangan sebaran HPHK di Sulbar.
"Pemantauan tersebut juga akan menjadi acuan dalam mengambil keputusan bagi seluruh instansi pemerintah dalam mendukung program karantina hewan di Sulbar," katanya.
Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono, di Mamuju, Minggu mengatakan pemantauan HPHK dilakukan dengan melaksanakan pengambilan sampel darah pada kambing untuk mengetahui sebaran HPHK brucella melitensis
"Dilakukan pengambilan sampel darah sebanyak 356 sampel yang diperoleh dari seluruh kambing yang ada diseluruh Kabupaten di Sulbar untuk dilakukan pengujian penyakit brucellosis menggunakan metode rose bengal test (RBT) dan complement fixation test (CFT)," katanya.
Menurut dia, ternak kambing adalah inang dari brucella, hama penyakit tersebut dapat menyebabkan keguguran atau lahir mati pada kambing sehingga dapat menyebabkan kerugian bagi peternak," katanya.
Selain itu, brucella juga bersifat zoonosis yang dapat berbahaya bagi kondisi kesehatan manusia apabila tertular, sehingga harus dipantau untuk selanjutnya diantisipasi bila ditemukan.
Ia mengatakan, pemantauan HPHK pada hewan ternak di Sulbar merupakan agenda tahunan untuk mengetahui perkembangan sebaran HPHK di Sulbar.
"Pemantauan tersebut juga akan menjadi acuan dalam mengambil keputusan bagi seluruh instansi pemerintah dalam mendukung program karantina hewan di Sulbar," katanya.
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Rimba Hutani Mas raih penghargaan BISRA 2025 melalui program ternak sapi di Desa Muara Medak Sumsel
16 October 2025 16:50 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB