Cangkang sawit diekspor ke Jepang
Senin, 17 Juli 2023 7:03 WIB
Sebanyak 10,500 ton cangkan sawit dari Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diekspor ke negara Jepang melalui pelabuhan Belang Belang Kabupaten Mamuju dan diperiksa petugas karantina pertanian Mamuju, Minggu, (16/7/2023) ANTARA Foto/M Faisal Hanapi
Mamuju (ANTARA) - Komponen buah sawit tak hanya minyaknya, namun juga cangkangnya juga laku di pasaran dunia.
Sebanyak 10,500 ton cangkang sawit dari Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diekspor ke negara Jepang melalui Pelabuhan Belang Belang, Kabupaten Mamuju.
Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono, di Mamuju, Minggu, mengatakan, cangkang sawit sebanyak 10,500 ton atau senilai Rp18 miliar itu diekspor ke negara Jepang melalui Pelabuhan Mamuju.
Ia mengatakan, cangkang sawit tersebut telah dilakukan sertifikasi dan dianggap memenuhi syarat untuk dilakukan ekspor.
"Karantina Pertanian Mamuju telah melakukan sertifikasi, karena itu merupakan prosedur yang harus dipenuhi oleh eksportir sebagai salah satu persyaratan yang telah ditetapkan oleh negara tujuan untuk memastikan cangkang sawit yang akan diekspor tersebut terbebas dari hama penyakit," katanya.
Ia mengatakan, sebelum dilakukan sertifikasi, Karantina Pertanian Mamuju juga telah melakukan pemeriksaan fisik pada cangkang sawit, dokumen, alat angkut dan tindakan karantina perlakuan fumigasi terhadap cangkang sawit tersebut.
Ia menyampaikan, ekspor cangkang sawit dari Sulbar ke negara Jepang sudah berlangsung lima kali pada tahun 2023 untuk memenuhi kebutuhan negara Jepang tersebut.
"Secara total keseluruhan atau sepanjang tahun 2023, cangkang sawit yang diekspor ke Jepang telah 41.840 ton atau senilai Rp71,7 miliar," katanya.
Ia juga mengatakan, ekspor cangkang sawit di Sulbar ke Jepang pada tahun 2022 tercatat tujuh kali pengiriman atau sebanyak 66,000 ton.
"Jumlah ekspor cangkang sawit tersebut diprediksi akan meningkat pada 2023," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 10,500 ton cangkang sawit Sulbar diekspor ke Jepang
Sebanyak 10,500 ton cangkang sawit dari Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diekspor ke negara Jepang melalui Pelabuhan Belang Belang, Kabupaten Mamuju.
Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono, di Mamuju, Minggu, mengatakan, cangkang sawit sebanyak 10,500 ton atau senilai Rp18 miliar itu diekspor ke negara Jepang melalui Pelabuhan Mamuju.
Ia mengatakan, cangkang sawit tersebut telah dilakukan sertifikasi dan dianggap memenuhi syarat untuk dilakukan ekspor.
"Karantina Pertanian Mamuju telah melakukan sertifikasi, karena itu merupakan prosedur yang harus dipenuhi oleh eksportir sebagai salah satu persyaratan yang telah ditetapkan oleh negara tujuan untuk memastikan cangkang sawit yang akan diekspor tersebut terbebas dari hama penyakit," katanya.
Ia mengatakan, sebelum dilakukan sertifikasi, Karantina Pertanian Mamuju juga telah melakukan pemeriksaan fisik pada cangkang sawit, dokumen, alat angkut dan tindakan karantina perlakuan fumigasi terhadap cangkang sawit tersebut.
Ia menyampaikan, ekspor cangkang sawit dari Sulbar ke negara Jepang sudah berlangsung lima kali pada tahun 2023 untuk memenuhi kebutuhan negara Jepang tersebut.
"Secara total keseluruhan atau sepanjang tahun 2023, cangkang sawit yang diekspor ke Jepang telah 41.840 ton atau senilai Rp71,7 miliar," katanya.
Ia juga mengatakan, ekspor cangkang sawit di Sulbar ke Jepang pada tahun 2022 tercatat tujuh kali pengiriman atau sebanyak 66,000 ton.
"Jumlah ekspor cangkang sawit tersebut diprediksi akan meningkat pada 2023," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 10,500 ton cangkang sawit Sulbar diekspor ke Jepang
Pewarta : M.Faisal Hanapi
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kapolda Sumsel sebut puluhan pabrik sawit beroperasi tanpa kebun inti, dikhawatirkan ancam keberlangsungan industri
10 December 2025 15:17 WIB
Inovasi terobosan benih perkuat ketahanan iklim di sektor kelapa sawit Indonesia
17 November 2025 16:24 WIB
299 petani Aceh raih Sertifikasi RSPO, berkat didukung oleh inisiatif petani Sinar Mas Agribusiness and Food
06 November 2025 16:49 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Prakiraan cuaca Palembang Senin 13 April 2026: Waspada potensi udara kabur hari ini
13 April 2026 7:33 WIB