Baturaja (ANTARA) - PDAM Tirta Raja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan mengoptimalkan suplai air bersih bagi pelanggan dengan memperbaiki pompa distribusi di unit pelayanan Kecamatan Baturaja Barat yang mengalami kerusakan.

Direktur PDAM Tirta Raja OKU, Abi Kusno melalui Kasubsi Humas dan Hubal, Elfanco di Baturaja, Sabtu menerangkan, suplai air bersih ribuan pelanggan di Kecamatan Baturaja Barat terhenti sejak Kamis (6/4) akibat pompa distribusi Unit Pelayanan IPA Tanjung Agung dan Booster Batukuning mengalami kerusakan karena faktor usia.

Akibat kerusakan pada pompa tersebut, kata dia, sejumlah pelanggan seperti Perumahan Baturaja Residen, Saung Naga, Air Gading, Kebun Jati, Pusar, Talang Bandung, Jalan Akmal dan sebagian Jalan DR Sutomo mengalami gangguan mulai dari mengalir sangat kecil hingga mati total.

Terkait hal itu, pihaknya telah menerjunkan petugas untuk melakukan perbaikan agar distribusi air bersih pelanggan kembali lancar.

"Proses perbaikan dilakukan sejak Jumat (7/4) selama tiga hari," katanya.

Selama itu pula, ia meminta kepada seluruh pelanggan yang terdampak gangguan agar bijak menggunakan air bersih dengan menggunakan secukupnya.

"Atas ketidaknyamanan ini kami meminta maaf kepada seluruh pelanggan dan diharapkan menghemat penggunaan air bersih selama proses perbaikan," ujarnya.

Sementara, warga Perumahan Baturaja Residen, Kecamatan Baturaja Barat, Ayu secara terpisah mengaku sejak dua hari terakhir kesulitan mendapat air bersih untuk kebutuhan memasak, mandi dan mencuci.

Warga terpaksa mandi dengan air isi ulang dan ada juga yang mengangkut air dari rumah warga yang memiliki sumur.

Bahkan, tidak sedikit pelanggan PDAM yang ada di komplek itu terpaksa membeli air tedmon dengan harga yang cukup mahal.

"Termasuk saya terpaksa membeli air tedmon karena sangat membutuhkan persediaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Terlebih lagi, kata dia, momentum bulan suci Ramadhan ini keperluan air bersih meningkat seperti biasa karena menjadi kebutuhan pokok selain bahan pangan.

Pewarta : Edo Purmana
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2024