Bermula dari klakson, berujung dianggap teror
Minggu, 19 Februari 2023 7:09 WIB
Konferensi pers terkait dugaan teror kepada anak di Polres Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (18/2/2023). ANTARA/HO-Humas Polres Gorontalo
Gorontalo (ANTARA) - Polres Gorontalo mengamankan tiga warga terduga pelaku teror kepada empat anak siswa SD Negeri 2 Telaga, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Kapolres Gorontalo, AKBP Dadang Wijaya di Gorontalo, Sabtu, mengatakan ketiga pelaku berinisial IK, PP dan RN diamankan di rumah masing-masing di Kecamatan Telaga Jaya, tidak jauh dari lokasi kejadian perkara.
Menurut Dadang, IK, PP dan RN mengaku tidak ada maksud apa-apa ketika melontarkan kalimat yang diduga bernada teror kepada empat siswa sekolah dasar itu. Aksi yang dilakukannya itu semata lantaran kesal karena keempat bocah tidak mengindahkan bunyi klakson mobil.
"Ketiganya mengakui jika tidak ada niat melakukan kejahatan. Mereka hanya kesal karena sudah diklakson tapi anak-anak tidak menepi. Apa yang dikatakan mereka kepada keempat bocah SD itu hanya spontanitas saja," ucap Dadang.
Namun demikian, kata Kapolres, IK bersama rekan-rekannya menyampaikan permohonan maaf karena sudah membuat resah.
Meskipun tidak ada niat berbuat kejahatan, kata Dadang, tetapi menakut-nakuti dengan bahasa seperti itu memang tidak diperbolehkan, apalagi kondisi saat ini yang marak pemberitaan di media sosial terkait isu penculikan anak.
Kapolres Gorontalo, AKBP Dadang Wijaya di Gorontalo, Sabtu, mengatakan ketiga pelaku berinisial IK, PP dan RN diamankan di rumah masing-masing di Kecamatan Telaga Jaya, tidak jauh dari lokasi kejadian perkara.
Menurut Dadang, IK, PP dan RN mengaku tidak ada maksud apa-apa ketika melontarkan kalimat yang diduga bernada teror kepada empat siswa sekolah dasar itu. Aksi yang dilakukannya itu semata lantaran kesal karena keempat bocah tidak mengindahkan bunyi klakson mobil.
"Ketiganya mengakui jika tidak ada niat melakukan kejahatan. Mereka hanya kesal karena sudah diklakson tapi anak-anak tidak menepi. Apa yang dikatakan mereka kepada keempat bocah SD itu hanya spontanitas saja," ucap Dadang.
Namun demikian, kata Kapolres, IK bersama rekan-rekannya menyampaikan permohonan maaf karena sudah membuat resah.
Meskipun tidak ada niat berbuat kejahatan, kata Dadang, tetapi menakut-nakuti dengan bahasa seperti itu memang tidak diperbolehkan, apalagi kondisi saat ini yang marak pemberitaan di media sosial terkait isu penculikan anak.
Pewarta : Adiwinata SolihinBerawal
Editor : Syarif Abdullah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sebelas debt collector ditangkap karena merusak gudang perusahaan pembiayaan
21 January 2025 11:36 WIB, 2025
Kecelakaan pesawat SAM Air di Gorontalo, empat orang meninggal dunia
20 October 2024 14:12 WIB, 2024
Sinar Mas dan APP Group wakaf ratusan Al Quran untuk masjid serta mushola di Gorontalo
11 September 2024 20:56 WIB, 2024
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB