Harimau berkeliaran di kebun sawit dan terkam sapi
Selasa, 7 Februari 2023 15:58 WIB
Lokasi seekor sapi tewas dengan luka di bagian belakang diduga akibat dimangsa Harimau Sumatera di Area Perkebunan PTPN V, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak. (ANTARA/HO-Camat Siak)
Pekanbaru, (ANTARA) - Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyampaikan masih memantau dugaan kemunculan Harimau Sumatera di areal perkebunan kelapa sawit PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V Lubuk Dalam, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, yang dilaporkan memangsa sapi.
Kepala BBKSDA Riau Genman Suhefti Hasibuan mengatakan pihaknya telah ke lokasi melakukan mitigasi, dengan memasang kamera jebak untuk mengidentifikasi Harimau Sumatera, jika masih berada di tempat kejadian perkara.
"Kita belum bisa pastikan, hewan ternak sapi itu mati apakah karena terkaman harimau atau tidak. Kami sedang menunggu laporan dari tim di lapangan," katanya, di Pekanbaru, Selasa.
Sebelumnya warga dihebohkan dengan penemuan hewan ternak sapi mati yang diduga diterkam harimau. Sapi ternak yang dilepasliarkan itu ditemukan mati dengan bekas robekan pada bagian belakangnya.
Camat Lubuk Dalam Agung Apandi mengatakan kuat dugaan hewan ternak itu mati diterkam harimau. Pasalnya tidak jauh dari lokasi ditemukan hewan ternak yang mati tersebut, jejak telapak kaki yang diduga telapak kaki Harimau Sumatera.
"Jarak tempat kejadian ini dengan tempat pemukiman penduduk terdekat yakni lebih kurang 1,5 kilometer," ucap Agung.
Agung mengatakan pihak kecamatan juga telah mengeluarkan surat imbauan ke masyarakat dan perusahaan untuk selalu waspada, terutama pada malam hari diimbau tidak keluar rumah jika tidak benar-benar mendesak.
Hewan buas Harimau Sumatera selama satu bulan belakangan ini menghebohkan warga Siak. Awal munculnya si belang itu pada 16 Januari 2023 dan terekam kamera CCTV pemilik Toserba Sinar Jaya di Kota Siak, masuk di area hutan Kota Arwinas beberapa hari kemudian.
Setelah itu jejak tapak kaki Harimau Sumatera juga ditemukan di Kecamatan Mempura. Kemudian di Kecamatan Koto Gasib juga ada yang mengaku melihat langsung Harimau Sumatera. Namun sampai saat ini belum diketahui pasti keberadaan Harimau Sumatera itu untuk ditangkap.
Kepala BBKSDA Riau Genman Suhefti Hasibuan mengatakan pihaknya telah ke lokasi melakukan mitigasi, dengan memasang kamera jebak untuk mengidentifikasi Harimau Sumatera, jika masih berada di tempat kejadian perkara.
"Kita belum bisa pastikan, hewan ternak sapi itu mati apakah karena terkaman harimau atau tidak. Kami sedang menunggu laporan dari tim di lapangan," katanya, di Pekanbaru, Selasa.
Sebelumnya warga dihebohkan dengan penemuan hewan ternak sapi mati yang diduga diterkam harimau. Sapi ternak yang dilepasliarkan itu ditemukan mati dengan bekas robekan pada bagian belakangnya.
Camat Lubuk Dalam Agung Apandi mengatakan kuat dugaan hewan ternak itu mati diterkam harimau. Pasalnya tidak jauh dari lokasi ditemukan hewan ternak yang mati tersebut, jejak telapak kaki yang diduga telapak kaki Harimau Sumatera.
"Jarak tempat kejadian ini dengan tempat pemukiman penduduk terdekat yakni lebih kurang 1,5 kilometer," ucap Agung.
Agung mengatakan pihak kecamatan juga telah mengeluarkan surat imbauan ke masyarakat dan perusahaan untuk selalu waspada, terutama pada malam hari diimbau tidak keluar rumah jika tidak benar-benar mendesak.
Hewan buas Harimau Sumatera selama satu bulan belakangan ini menghebohkan warga Siak. Awal munculnya si belang itu pada 16 Januari 2023 dan terekam kamera CCTV pemilik Toserba Sinar Jaya di Kota Siak, masuk di area hutan Kota Arwinas beberapa hari kemudian.
Setelah itu jejak tapak kaki Harimau Sumatera juga ditemukan di Kecamatan Mempura. Kemudian di Kecamatan Koto Gasib juga ada yang mengaku melihat langsung Harimau Sumatera. Namun sampai saat ini belum diketahui pasti keberadaan Harimau Sumatera itu untuk ditangkap.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BBKSDA Riau pasang kamera jebak pantau harimau serang pekerja di Inhil
06 January 2023 16:33 WIB, 2023
KSDA temukan penyu mati diduga terjerat alat pancing di Pangandaran
28 December 2019 21:17 WIB, 2019
Jalur pendakian Gunung Guntur tetap dibuka untuk umum walau kebakaran hutan
01 September 2019 19:37 WIB, 2019
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
Pemprov Sumsel-Icraf luncurkan aplikasi SiAlam permudah akses perhutanan sosial
10 December 2025 18:10 WIB