Bank Dunia: Negara-negara termiskin berutang bilateral 62 miliar dolar
Jumat, 2 Desember 2022 13:06 WIB
Arsip foto - Presiden Bank Dunia David Malpass. (REUTERS/JAMES LAWLER DUGGAN)
Washington (ANTARA) - Negara-negara termiskin di dunia sekarang berutang 62 miliar dolar AS dalam pembayaran utang tahunan kepada kreditur bilateral resmi, atau meningkat 35 persen selama setahun terakhir, kata Presiden Bank Dunia David Malpass.
Malpass pada Kamis (1/12/2022) ikut memperingatkan bahwa peningkatan beban tersebut berpotensi mendorong risiko gagal bayar (default).
Kepada konferensi Reuters NEXT di New York, ia mengatakan bahwa dua pertiga dari beban utang ini sekarang berutang ke China, memberikan beberapa rincian laporan statistik utang tahunan pemberi pinjaman pembangunan yang akan dirilis minggu depan.
"Saya khawatir tentang proses gagal bayar yang tidak teratur di mana tidak ada sistem untuk benar-benar mengatasi utang untuk negara-negara miskin," kata Malpass.
Malpass pada Kamis (1/12/2022) ikut memperingatkan bahwa peningkatan beban tersebut berpotensi mendorong risiko gagal bayar (default).
Kepada konferensi Reuters NEXT di New York, ia mengatakan bahwa dua pertiga dari beban utang ini sekarang berutang ke China, memberikan beberapa rincian laporan statistik utang tahunan pemberi pinjaman pembangunan yang akan dirilis minggu depan.
"Saya khawatir tentang proses gagal bayar yang tidak teratur di mana tidak ada sistem untuk benar-benar mengatasi utang untuk negara-negara miskin," kata Malpass.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Lubricants Perkuat Pendidikan Vokasi dengan dirikan Bengkel Enduro Home Service
14 January 2026 12:13 WIB
BSB kembali terbaik nasional, pertahankan peringkat pertama SLE Index 2026
05 January 2026 14:56 WIB
Bank Sumsel Babel perkuat komitmen CSR pemberdayaan UMKM di Sembawa Color Run 2025
22 December 2025 9:59 WIB
Bupati Lampung Tengah gunakan uang suap untuk lunasi utang bank Pilkada 2024
14 December 2025 8:22 WIB
Kejati Sumsel tahan Direktur PT BSS dan PT SAL kasus pinjaman bank BUMN, rugikan negara Rp1,1 triliun
18 November 2025 10:54 WIB