Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tahap pertama rampung selama dua pekan ke depan kepada semua warga  dalam daftar Keluarga Penerima Manfaat.
 

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Mirwansyah di Palembang, Rabu, mengatakan secara keseluruhan jumlah Keluarga Penerima Manfaat BLT BBM subsidi di 17 kabupaten/kota ada sebanyak 473.366 orang warga.

Baca juga: Penerima BLT BBM di OKU Raya mencapai 86 ribu kepala keluarga

Rincinya, Kabupaten Banyuasin sebanyak 46.714 orang penerima, Empat Lawang 14.495 orang, Lahat sebanyak 29.081 orang, Muara Enim sebanyak 44.717 orang, Musi Banyuasin 35.156 orang, Musi Rawas 35.941 orang.
 

Kabupaten Musi Rawas Utara 9.466 orang, Ogan Ilir 38.313 orang, Ogan Komering Ilir 43.398 orang, Ogan Komering Ulu 23.165 orang, Ogan Komering Ulu Selatan 28.254 orang, Ogan Komering Ulu Timur 32.948 orang, Penukal Abab Lematang Ilir sebanyak 8.883 orang.

Baca juga: Ribuan warga OKU terima BLT BBM

Kemudian, Kota Lubuk Linggau sebanyak 14.517 orang, Pagar Alam sebanyak 6.244, kota Palembang sebanyak 52.443 orang, dan Prabumulih sebanyak 8.631 orang keluarga penerima manfaat.

"Penyaluran tahap pertama ini sudah mulai dibagikan, dan rampung sampai 14 hari ke depan secara serentak, masing-masing (473.366 warga) menerima BLT BBM senilai Rp300 ribu," kata dia.
 

Menurutnya, penentuan target sasaran penerima BLT tersebut sepenuhnya dilakukan oleh Kementerian Sosial yang merujuk pada daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) reguler terbaru seluruh daerah di Sumsel.

Baca juga: Wapres: BLT BBM agar kemiskinan ekstrem tak melonjak

Adapun yang diprioritaskan sebagai penerima BLT pada penyaluran pertama ini, kata dia, yaitu para warga lanjut usia, penyandang disabilitas, dan pengidap penyakit kronis di Sumsel.
 

Penyaluran BLT BBM tersebut dilangsungkan oleh PT. Pos Indonesia setiap kabupaten/kota.
 

Dalam penyalurannya para warga penerima manfaat diwajibkan membawa identitas diri seperti KTP dan kartu keluarga, sebab akan di data oleh petugas PT. Pos Indonesia seperti penyaluran BLT subsidi minyak goreng beberapa waktu lalu.
 

"Ya, pada kesempatan ini juga disalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPMT) reguler senilai Rp200 ribu, jadi total yang diterima para Keluarga Penerima Manfaat itu senilai Rp500 ribu," ujarnya.

Petugas dari Dinas Sosial di setiap kabupaten/kota turut serta memonitoring untuk memastikan penyalurannya lancar dan tepat sasaran.

Mirwansyah menyebutkan, program penyaluran BLT BBM akan kembali dilanjutkan untuk tahap kedua yakni akhir November atau awal Desember 2022, dengan nilai bantuannya Rp300 per warga dalam keluarga penerima manfaat.


Pewarta : Muhammad Riezko Bima Elko
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2024