Ribuan warga OKU terima BLT BBM
Senin, 12 September 2022 19:44 WIB
Ribuan warga penerima BLT BBM antre di Kantor Pos Baturaja untuk mendapatkan bantuan, Senin (12/9/2022). (ANTARA/Edo Purmana)
Baturaja (ANTARA) - Ribuan warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai pengganti subsidi bagi mereka yang terdampak kenaikan harga BBM.
Ria Susanti, salah seorang warga penerima bantuan itu di Baturaja, Ibu Kota Kabupaten OKU, Senin, mengaku antre sejak pagi di Kantor Pos Baturaja untuk menerima BLT-BBM dari pemerintah pusat.
"Jumlah bantuan BLT-BBM yang saya terima hari ini sebesar Rp300.000 untuk dua bulan ditambah bantuan pangan nontunai dari pemerintah pusat Rp200.000," katanya.
Menurut dia, tidak sulit untuk melakukan pencairan BLT BBM ini karena cukup menunjukkan undangan dari Kantor Pos serta Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dan uang sudah bisa didapat.
Ia mengakui program itu membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran akibat penyesuaian harga BBM yang ditetapkan pemerintah sejak awal September 2022.
"Seperti membeli bahan pangan beras, membayar tagihan listrik, hingga kebutuhan sekolah lainnya," ujarnya.
Kepala Kantor Pos Baturaja, Kabupaten OKU, Reza melalui Bidang Pemasaran, Adi mengatakan 10.000 warga setempat menerima bantuan kompensasi atas penyesuaian harga BBM bersubsidi dari pemerintah pusat.
Dalam penyaluran, para penerima manfaat diwajibkan membawa identitas diri, seperti KTP, sebab akan didata oleh petugas PT Pos Indonesia seperti halnya saat penyaluran BLT subsidi minyak goreng beberapa waktu lalu.
"Untuk mengantisipasi penumpukan massa yang antre kami menyediakan beberapa loket pembayaran BLT-BBM agar dana bantuan tersalurkan dengan maksimal," ujarnya.
Ria Susanti, salah seorang warga penerima bantuan itu di Baturaja, Ibu Kota Kabupaten OKU, Senin, mengaku antre sejak pagi di Kantor Pos Baturaja untuk menerima BLT-BBM dari pemerintah pusat.
"Jumlah bantuan BLT-BBM yang saya terima hari ini sebesar Rp300.000 untuk dua bulan ditambah bantuan pangan nontunai dari pemerintah pusat Rp200.000," katanya.
Menurut dia, tidak sulit untuk melakukan pencairan BLT BBM ini karena cukup menunjukkan undangan dari Kantor Pos serta Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dan uang sudah bisa didapat.
Ia mengakui program itu membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok di pasaran akibat penyesuaian harga BBM yang ditetapkan pemerintah sejak awal September 2022.
"Seperti membeli bahan pangan beras, membayar tagihan listrik, hingga kebutuhan sekolah lainnya," ujarnya.
Kepala Kantor Pos Baturaja, Kabupaten OKU, Reza melalui Bidang Pemasaran, Adi mengatakan 10.000 warga setempat menerima bantuan kompensasi atas penyesuaian harga BBM bersubsidi dari pemerintah pusat.
Dalam penyaluran, para penerima manfaat diwajibkan membawa identitas diri, seperti KTP, sebab akan didata oleh petugas PT Pos Indonesia seperti halnya saat penyaluran BLT subsidi minyak goreng beberapa waktu lalu.
"Untuk mengantisipasi penumpukan massa yang antre kami menyediakan beberapa loket pembayaran BLT-BBM agar dana bantuan tersalurkan dengan maksimal," ujarnya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jelang Idul Fitri 2026, Pertamina Patra Niaga Sumbagsel perketat pantauan distribusi BBM dan LPG
06 March 2026 18:15 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Tim SAR gabungan selamatkan empat awak KLM Putra Kelana yang bocor di Natuna
06 March 2026 11:12 WIB
10 gajah ngamuk di Siak, ternyata demi selamatkan anak yang masuk tangki septik
22 February 2026 19:30 WIB