WNI hati-hati terhadap tawaran kerja di Hong Kong
Minggu, 21 Agustus 2022 14:43 WIB
Konsul Jenderal RI di Hong Kong memberikan petunjuk kepada seorang pekerja migran asal Indonesia yang hendak menerima vaksin di kawasan Victoria Park, Hong Kong, Minggu (1/8). (ANTARA/KJRI-Hong Kong)
Beijing (ANTARA) - Konsulat Jenderal RI di Hong Kong mengingatkan warga negara Indonesia agar berhati-hati terhadap penawaran kerja dengan iming-iming gaji tinggi.
"WNI di Hong Kong diimbau agar berhati-hati dan waspada terhadap pesan ataupun pengumuman yang diunggah di media sosial yang menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi yang kemungkinan merupakan penipuan," demikian pengumuman resmi KJRI Hong Kong yang dipantau ANTARA Beijing, China, Minggu.
Dengan mengutip informasi dari pihak Kepolisian Hong Kong, KJRI menyebutkan setidaknya ada tiga ciri penipuan berkedok lowongan kerja yang ditawarkan secara daring tersebut.
Pertama, pesan atau pengumuman palsu di media sosial yang menawarkan gaji tinggi, jam kerja fleksibel, dan tidak membutuhkan kualifikasi atau pengalaman tertentu.
Baca juga: KBRI bawa PMI asal Bali korban eksploitasi di Turki ke "shelter"
Modus kedua, korban diminta untuk mengunjungi situs belanja palsu dan melakukan pembelian serta mengirim uang ke suatu bank yang ditunjuk dengan dijanjikan komisi dalam jumlah tertentu.
Kemudian yang terakhir, disebut KJRI bahwa untuk membangun kepercayaan korban, penipu memberikan komisi awal. Namun setelah itu, pelaku memberikan berbagai alasan penundaan pembayaran komisi dan akhirnya menghilang.
WNI diminta segera melapor kepada aparat terkait di Hong Kong atau ke KJRI Hong Kong jika mengalami tindak kejahatan penipuan.
Jumlah pekerja migran asal Indonesia diperkirakan mencapai 180 ribu orang, yang hampir 100 persen kaum perempuan bekerja di sektor informal dengan gaji 4.640 dolar HK atau sekitar Rp8,5 juta per bulan.
Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara terbesar pemasok pekerja migran Hong Kong di bawah Filipina.
Seiring dengan melanggarnya kebijakan protokol kesehatan anti-COVID-19 --yang ditandai dengan berkurangnya masa karantina menjadi tiga hari bagi pelaku perjalanan internasional, jumlah pekerja migran asal Indonesia yang memasuki Hong Kong diperkirakan bertambah.
Baca juga: PMI asal Palembang korban penyekapan di Kamboja sudah tiba di Jakarta
Baca juga: Polisi tangkap enam pelaku pengirim PMI ilegal melalui Pelabuhan Internasional Batam
"WNI di Hong Kong diimbau agar berhati-hati dan waspada terhadap pesan ataupun pengumuman yang diunggah di media sosial yang menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi yang kemungkinan merupakan penipuan," demikian pengumuman resmi KJRI Hong Kong yang dipantau ANTARA Beijing, China, Minggu.
Dengan mengutip informasi dari pihak Kepolisian Hong Kong, KJRI menyebutkan setidaknya ada tiga ciri penipuan berkedok lowongan kerja yang ditawarkan secara daring tersebut.
Pertama, pesan atau pengumuman palsu di media sosial yang menawarkan gaji tinggi, jam kerja fleksibel, dan tidak membutuhkan kualifikasi atau pengalaman tertentu.
Baca juga: KBRI bawa PMI asal Bali korban eksploitasi di Turki ke "shelter"
Modus kedua, korban diminta untuk mengunjungi situs belanja palsu dan melakukan pembelian serta mengirim uang ke suatu bank yang ditunjuk dengan dijanjikan komisi dalam jumlah tertentu.
Kemudian yang terakhir, disebut KJRI bahwa untuk membangun kepercayaan korban, penipu memberikan komisi awal. Namun setelah itu, pelaku memberikan berbagai alasan penundaan pembayaran komisi dan akhirnya menghilang.
WNI diminta segera melapor kepada aparat terkait di Hong Kong atau ke KJRI Hong Kong jika mengalami tindak kejahatan penipuan.
Jumlah pekerja migran asal Indonesia diperkirakan mencapai 180 ribu orang, yang hampir 100 persen kaum perempuan bekerja di sektor informal dengan gaji 4.640 dolar HK atau sekitar Rp8,5 juta per bulan.
Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara terbesar pemasok pekerja migran Hong Kong di bawah Filipina.
Seiring dengan melanggarnya kebijakan protokol kesehatan anti-COVID-19 --yang ditandai dengan berkurangnya masa karantina menjadi tiga hari bagi pelaku perjalanan internasional, jumlah pekerja migran asal Indonesia yang memasuki Hong Kong diperkirakan bertambah.
Baca juga: PMI asal Palembang korban penyekapan di Kamboja sudah tiba di Jakarta
Baca juga: Polisi tangkap enam pelaku pengirim PMI ilegal melalui Pelabuhan Internasional Batam
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Klasemen Kejuaraan Asia Anggar Kadet-Junior 2026: Hong Kong kokoh di puncak
24 February 2026 5:26 WIB
Perampokan toko arloji mewah di Hong Kong, 6 WNI berurusan dengan polisi
20 March 2024 3:05 WIB, 2024
Kepercayaan diri Putri bawa Indonesia raih poin pertama dari Hong Kong
15 February 2024 10:54 WIB, 2024
Kekuatan pikiran jadi kunci Apri/Fadia & Jonatan juarai Hong Kong Open 2023
18 September 2023 11:39 WIB, 2023
Jonatan sumbang gelar kedua bagi Indonesia pada Hong Kong Open 2023
17 September 2023 18:36 WIB, 2023
Persiapan matang permudah jalan Apri/Fadia ke semifinal Hong Kong Open
15 September 2023 18:47 WIB, 2023
Terpopuler - Info Bisnis
Lihat Juga
DJP Sumsel Babel imbau WP segera lapor SPT tahunan, batas tanpa saksi 30 April 2026
02 April 2026 7:10 WIB