Menkes kirim reagen cacar monyet ke BBLK Palembang
Rabu, 27 Juli 2022 21:21 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunawan Sadikin diwawancarai seusai meninjau pelaksanaan pelayanan kesehatan di BBLK Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (27/7/2022). ANTARA/M Riezko Bima Elko P
Sumatera Selatan (ANTARA) - Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunawan Sadikin menyebutkan segera mengirimkan cairan pendeteksi atau reagen cacar monyet ke seluruh Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) di Indonesia, termasuk kota Palembang, Sumatera Selatan.
Budi Gunawan Sadikin di Palembang, Rabu, mengatakan pengiriman reagen tersebut segera dilakukan kementerian kesehatan setelah dirinya memastikan secara langsung kesiapan sarana dan prasarana di BBLK Palembang.
"Kami cek kesiapan di sini (BBLK Palembang), ternyata sudah siap alatnya pun sudah lengkap jadi tinggal kirim barangnya saja (reagen)," kata Budi saat meninjau pelaksanaan pelayanan kesehatan di BBLK Palembang.
Menurutnya, tujuan pengiriman reagen tersebut supaya pelaksanaan pemeriksaan sampel pasien terindikasi cacar monyet di laboratorium kesehatan di tingkat daerah bisa berlangsung cepat dan optimal, karena sejauh ini pemeriksaan itu masih terpusat di Jakarta.
Baca juga: Menkes Budi: Vaksin cacar efektif lindungi dari risiko cacar monyet
Di mana, sementara ini Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan sebanyak 1.500 buah reagen yang pengirimannya dilakukan dalam waktu dekat secara bertahap mencakup ke seluruh laboratorium kesehatan di Indonesia.
Sehingga dari situ, kata dia, penyebaran penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus bernama monkeyfox saat ini tengah mewabah di banyak negara tidak masuk ke Indonesia karena dimitigasi secara maksimal.
"Memang sebelumnya pernah ada 9 kasus yang diduga terjangkit, namun setelah dites, hasilnya negatif. Tapi mitigasi adalah nomor satu. Kemudian surveilansnya juga mesti bagus," kata dia, Kementerian Kesehatan dalam waktu dekat juga akan mendatangkan sebanyak seribu obat cacar monyet yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan seribu pasien.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Trisnawarman, mengatakan, belum ada kasus pasien terjangkit cacar monyet di 17 kabupaten/kota.
Baca juga: Cacar monyet telah muncul di 7 negara bagian Amerika Serikat
Kendati demikian, ia mengimbau, bagi masyarakat yang memiliki gejala diharapkan untuk segera memeriksakan diri ke setiap fasilitas layanan kesehatan.
"Upaya pencegahan dan antisipasi sudah kami lakukan secara masif mulai dari sosialisasi, kesiapan sarana prasarana, jika ada gejala di masyarakat, tenaga kesehatan kami akan segera menindaklanjutinya," kata dia.
Di mana, gejala tersebut misalnya seperti merasakan demam, badan meriang, keluar bercak-bercak di tubuh. "Nah cairan yang keluar dari bercak ini harus di tes, diambil sampelnya. Jika positif, maka harus diisolasi dan ditangani. Dua sampai empat minggu bisa sembuh," tandasnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menkes segera kirim reagen cacar monyet ke BBLK Palembang
Budi Gunawan Sadikin di Palembang, Rabu, mengatakan pengiriman reagen tersebut segera dilakukan kementerian kesehatan setelah dirinya memastikan secara langsung kesiapan sarana dan prasarana di BBLK Palembang.
"Kami cek kesiapan di sini (BBLK Palembang), ternyata sudah siap alatnya pun sudah lengkap jadi tinggal kirim barangnya saja (reagen)," kata Budi saat meninjau pelaksanaan pelayanan kesehatan di BBLK Palembang.
Menurutnya, tujuan pengiriman reagen tersebut supaya pelaksanaan pemeriksaan sampel pasien terindikasi cacar monyet di laboratorium kesehatan di tingkat daerah bisa berlangsung cepat dan optimal, karena sejauh ini pemeriksaan itu masih terpusat di Jakarta.
Baca juga: Menkes Budi: Vaksin cacar efektif lindungi dari risiko cacar monyet
Di mana, sementara ini Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan sebanyak 1.500 buah reagen yang pengirimannya dilakukan dalam waktu dekat secara bertahap mencakup ke seluruh laboratorium kesehatan di Indonesia.
Sehingga dari situ, kata dia, penyebaran penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus bernama monkeyfox saat ini tengah mewabah di banyak negara tidak masuk ke Indonesia karena dimitigasi secara maksimal.
"Memang sebelumnya pernah ada 9 kasus yang diduga terjangkit, namun setelah dites, hasilnya negatif. Tapi mitigasi adalah nomor satu. Kemudian surveilansnya juga mesti bagus," kata dia, Kementerian Kesehatan dalam waktu dekat juga akan mendatangkan sebanyak seribu obat cacar monyet yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan seribu pasien.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Trisnawarman, mengatakan, belum ada kasus pasien terjangkit cacar monyet di 17 kabupaten/kota.
Baca juga: Cacar monyet telah muncul di 7 negara bagian Amerika Serikat
Kendati demikian, ia mengimbau, bagi masyarakat yang memiliki gejala diharapkan untuk segera memeriksakan diri ke setiap fasilitas layanan kesehatan.
"Upaya pencegahan dan antisipasi sudah kami lakukan secara masif mulai dari sosialisasi, kesiapan sarana prasarana, jika ada gejala di masyarakat, tenaga kesehatan kami akan segera menindaklanjutinya," kata dia.
Di mana, gejala tersebut misalnya seperti merasakan demam, badan meriang, keluar bercak-bercak di tubuh. "Nah cairan yang keluar dari bercak ini harus di tes, diambil sampelnya. Jika positif, maka harus diisolasi dan ditangani. Dua sampai empat minggu bisa sembuh," tandasnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menkes segera kirim reagen cacar monyet ke BBLK Palembang
Pewarta : Muhammad Riezko Bima Elko
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Perjanjian New START Berakhir, Indonesia desak AS-Rusia cegah perlombaan senjata nuklir
08 February 2026 9:36 WIB
Kunjungi Musi Banyuasin, Kartika Sandra Desi tegaskan pentingnya Empat Pilar Kebangsaan
03 February 2026 19:47 WIB
Tanamkan nilai kebangsaan sejak dini, Yuk Cici ajak pelajar Bayung Lencir jadi generasi penjaga Indonesia
03 February 2026 19:28 WIB
Kartika Sandra Desi sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Bayung Lencir Muba
03 February 2026 19:12 WIB
Anggota MPR RI 'Yuk Cici' gelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SDN 2 Bayung Lencir
03 February 2026 19:01 WIB
Terpopuler - Berita Palembang
Lihat Juga
Antisipasi virus Nipah, Dinkes Palembang gencarkan sosialisasi di Puskesmas
06 February 2026 16:37 WIB
Waspada! BMKG beri peringatan hujan petir di perairan Sungai Musi hari Ini
06 February 2026 13:22 WIB