Kabupaten OKI jadi daerah pertama di Sumsel canangkan BIAN 2022
Selasa, 31 Mei 2022 17:02 WIB
Wakil Bupati OKI Dja'far Shodiq (kiri) menyaksikan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kayuagung, Jumat (20/5). (ANTARA/HO-Pemkab OKI)
Palembang (ANTARA) - Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, menjadi daerah pertama di Sumatera Selatan yang mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dalam rangka pekan imunisasi dunia.
Wakil Bupati OKI Dja'far Shodiq di Kayuagung, Jumat (20/5), mengatakan pandemi COVID-19 mengakibatkan cakupan imunisasi rutin lengkap anak menjadi rendah sehingga diperlukan upaya tak biasa untuk mengejar capaiannya.
"Ketakutan terhadap pandemi COVID-19 menjadikan kita lengah, padahal penyakit lainnya pun bisa sangat menular dan berbahaya untuk anak-anak,” kata dia.
Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional memiliki dua kegiatan yaitu imunisasi tambahan satu dosis untuk cegah Campak dan Rubella, dan Imunisasi kejar bagi balita yang belum lengkap imunisasinya.
Ia mengajak agar para pemangku kepentingan untuk mensosialisasikan dan turut mensukseskan BIAN 2022 ini.
"Saya harap dengan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat maka capaian akan tembus 100 persen,” kata dia.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir Lindasari Iskandar dalam sambutannya turut mendorong semangat semua pihak dalam mensukseskan BIAN Tahun 2022 ini
"Dengan momentum Pekan Imunisasi Dunia serta Bulan Imunisasi Anak Nasional tahun 2022 ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat tenaga kesehatan, masyarakat dan jajaran pemerintah daerah maupun mitra pembangunan menjalankan program imunisasi,” kata dia.
Kegiatan ini bertujuan agar keluarga Indonesia itu sehat dan berkualitas.
Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi daerah pertama di Provinsi Sumatera Selatan yang mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional tahun 2022, dimana kegiatannya secara serentak dimulai di 32 Puskesmas di 18 kecamatan.
Wakil Bupati OKI Dja'far Shodiq di Kayuagung, Jumat (20/5), mengatakan pandemi COVID-19 mengakibatkan cakupan imunisasi rutin lengkap anak menjadi rendah sehingga diperlukan upaya tak biasa untuk mengejar capaiannya.
"Ketakutan terhadap pandemi COVID-19 menjadikan kita lengah, padahal penyakit lainnya pun bisa sangat menular dan berbahaya untuk anak-anak,” kata dia.
Kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional memiliki dua kegiatan yaitu imunisasi tambahan satu dosis untuk cegah Campak dan Rubella, dan Imunisasi kejar bagi balita yang belum lengkap imunisasinya.
Ia mengajak agar para pemangku kepentingan untuk mensosialisasikan dan turut mensukseskan BIAN 2022 ini.
"Saya harap dengan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat maka capaian akan tembus 100 persen,” kata dia.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir Lindasari Iskandar dalam sambutannya turut mendorong semangat semua pihak dalam mensukseskan BIAN Tahun 2022 ini
"Dengan momentum Pekan Imunisasi Dunia serta Bulan Imunisasi Anak Nasional tahun 2022 ini, diharapkan dapat meningkatkan semangat tenaga kesehatan, masyarakat dan jajaran pemerintah daerah maupun mitra pembangunan menjalankan program imunisasi,” kata dia.
Kegiatan ini bertujuan agar keluarga Indonesia itu sehat dan berkualitas.
Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi daerah pertama di Provinsi Sumatera Selatan yang mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional tahun 2022, dimana kegiatannya secara serentak dimulai di 32 Puskesmas di 18 kecamatan.
Pewarta : Dolly Rosana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kabupaten Banyuasin jadi penghasil beras nomor satu nasional, produksi satu juta ton
10 January 2026 14:53 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Kesehatan
Lihat Juga
Kemendag: Indonesia ekspor obat pereda nyeri senilai Rp2,4 miliar ke Korsel
14 February 2026 10:21 WIB