Warga negara Filipina dievakuasi terkena stroke saat pelayaran
Jumat, 20 Mei 2022 17:58 WIB
Tim SAR mengevakuasi warga negara Filipina karena sakit di perairan Selat Benggala, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (19/5/2022) malam. ANTARA/HO/Humas Basarnas Banda Aceh
Banda Aceh (ANTARA) - Tim SAR Banda Aceh mengevakuasi warga negara Filipina yang merupakan anak buah kapal barang asing karena mengalami stroke dalam pelayaran
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh Budiono di Banda Aceh, Jumat, mengatakan korban bernama Antonio V Braga. Korban merupakan anak buah kapal MV Mairini berbendera Kepulauan Marshall.
"Korban dievakuasi karena mengalami stroke. Evakuasi berlangsung di Selat Benggala, perairan antara Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar dengan Pulau Weh, Kota Sabang. Evakuasi menggunakan kapal SAR KN Kresna," kata Budiono.
Evakuasi berawal informasi dari Kapten MV Mairini. Saat itu, kapal kargo MV Mairini berlayar Luo Yuan, China tujuan Penang, Malaysia. Dalam perjalanan, korban mengalami stroke dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Dari informasi tersebut, Basarnas Banda Aceh memberangkatkan tim pada Kamis (19/5) sekira pukul 21.40 WIB. Tim SAR berangkat menggunakan KN Kresna dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju titik evakuasi. Titik evakuasi berjarak 7,5 mil laut dari pelabuhan tersebut.
"Proses evakuasi berlangsung kurang dari tiga jam. Dari Pelabuhan Ulee Lheue, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut," kata Budiono.
Selain personel Basarnas Banda Aceh, kata Budiono, operasi SAR tersebut juga melibatkan petugas karantina kesehatan, kepolisian, imigrasi, TNI, bea cukai, serta instansi terkait lainnya.
"Dengan selesai evakuasi medis tersebut, maka operasi penyelamatan warga negara asing tersebut dihentikan dan personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing," kata Budiono.*
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh Budiono di Banda Aceh, Jumat, mengatakan korban bernama Antonio V Braga. Korban merupakan anak buah kapal MV Mairini berbendera Kepulauan Marshall.
"Korban dievakuasi karena mengalami stroke. Evakuasi berlangsung di Selat Benggala, perairan antara Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar dengan Pulau Weh, Kota Sabang. Evakuasi menggunakan kapal SAR KN Kresna," kata Budiono.
Evakuasi berawal informasi dari Kapten MV Mairini. Saat itu, kapal kargo MV Mairini berlayar Luo Yuan, China tujuan Penang, Malaysia. Dalam perjalanan, korban mengalami stroke dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Dari informasi tersebut, Basarnas Banda Aceh memberangkatkan tim pada Kamis (19/5) sekira pukul 21.40 WIB. Tim SAR berangkat menggunakan KN Kresna dari Pelabuhan Ulee Lheue menuju titik evakuasi. Titik evakuasi berjarak 7,5 mil laut dari pelabuhan tersebut.
"Proses evakuasi berlangsung kurang dari tiga jam. Dari Pelabuhan Ulee Lheue, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut," kata Budiono.
Selain personel Basarnas Banda Aceh, kata Budiono, operasi SAR tersebut juga melibatkan petugas karantina kesehatan, kepolisian, imigrasi, TNI, bea cukai, serta instansi terkait lainnya.
"Dengan selesai evakuasi medis tersebut, maka operasi penyelamatan warga negara asing tersebut dihentikan dan personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing," kata Budiono.*
Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim SAR cari seorang pria korban speedboat terbalik di perairan Ogan Komering Ilir
22 March 2026 17:01 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Razia syariat Islam di Aceh Barat, 33 warga terjaring langgar aturan busana muslim
30 April 2026 7:33 WIB
Prakirakan cuaca Kota Jakarta Rabu 29 April 2026: Potensi diguyur hujan ringan sore hari
29 April 2026 5:33 WIB
Cerita haru jamaah haji termuda asal Bali, baru tahu didaftarkan saat masih SD
26 April 2026 8:42 WIB
Prakiraan cuaca Sumatera Utara Jumat 24 April 2026: Didominasi berawan hingga hujan sedang
24 April 2026 10:45 WIB