Baturaja (ANTARA) - Pengerajin kopiah resam di Desa Bandar Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan meningkatkan produksi kerajinan tangan khas daerah itu pada bulan Ramadhan 1443 Hijriyah guna memenuhi permintaan pasar.

Devi, salah seorang pengerajin Desa Bandar Agung, Kecamatan Lubuk Batang, Ogan Komering Ulu (OKU), Jumat, menuturkan, momen Ramadhan merupakan berkah bagi para pengerajin mengingat permintaan kopiah resam cukup tinggi untuk digunakan masyarakat dalam beribadah.

"Kerajinan kopiah resam ini sudah menjadi tradisi di desa kami secara turun temurun yang digeluti masyarakat untuk meningkatkan ekonomi," katanya.

Resam atau paku andam merupakan jenis tumbuhan yang biasa tumbuh pada tebing-tebing di tepi jalan di pegunungan yang kemudian dibuat oleh masyarakat sekitar menjadi berbagai produk kerajinan tangan, salah satunya kopiah atau peci.

Dia mengatakan, saat ini terdapat sebanyak 600 orang pengerajin yang didominasi kaum perempuan di desa itu membuat kerajinan tangan khas Kabupaten OKU dengan hasil produksi mencapai ratusan buah.

"Untuk Ramadhan ini hasil produksi rata 600 buah kopiah resam per minggu," ujarnya.

Produk kerajinan itu di pasarkan ke berbagai daerah di Sumsel, bahkan hingga ke luar Sumatera dengan harga kisaran Rp50.000 hingga Rp150.000/buah atau tergantung motifnya.

"Kalau rajutannya halus dan motifnya lebih rumit harga Rp100.000-Rp 150.000, tapi kalau yang biasa harganya hanya Rp50.000," jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Bandar Agung Haiyi Hairudin menambahkan sebanyak 600 pengrajin yang masih aktif menggeluti kerajinan Resam.

"Biasanya warga membuat kopiah resam secara berkelompok untuk dijual ke pengepul yang ada di Desa Bandar Agung," kata dia.


Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024