Jakarta (ANTARA) - Film baru “Before, Now & Then” atau “Nana” karya sutradara Kamila Andini berhasil masuk dalam daftar program kompetisi utama Festival Film Internasional Berlin dan akan melakukan pemutaran perdananya di gelaran tersebut.

Kabar itu diumumkan oleh penyelenggara festival pada Rabu (19/1) waktu setempat yang juga disiarkan secara langsung melalui saluran YouTube resminya. Festival yang dikenal dengan sebutan Berlinale itu dijadwalkan digelar pada 10 hingga 20 Februari.


“Before, Now & Then” bersaing dengan 17 film lain dari berbagai negara yang akan memperebutkan piala penghargaan Golden Bear dan Silver Bears di festival edisi ke-72 itu.

Film ini diproduseri oleh Ifa Isfansyah dan Gita Fara serta dibintangi oleh Happy Salma, Laura Basuki, Arswendy Bening Swara, dan Ibnu Jamil.

“Masih agak tidak percaya (bisa masuk) karena (festival) Berlin kan banyak, ya, programnya, ada Panorama, Forum, Generation, dan seterusnya, kadang-kadang nggak berani mimpi untuk bisa ke kompetisi utamanya,” kata Ifa saat dihubungi ANTARA pada Rabu (19/1).

Menurutnya, kabar baik tersebut datang seperti membawa angin segar dan energi bagi perfilman Indonesia di awal tahun dan di tengah pandemi yang masih berlangsung.

“Saya juga bisa bilang ini pencapaian tertinggi saya sebagai produser dan Kamila Andini sebagai sutradara serta tim Fourcolours. Kami belum pernah ada pencapaian film yang di titik seperti ini,” ujarnya.

Film berbahasa Sunda ini diangkat berdasarkan kisah hidup Raden Nana Sunani yang diadaptasi dari salah satu bab dalam novel “Jais Darga Namaku” karya Ahda Imran.

Nana melarikan diri dari kota kelahiran saat gerombolan orang datang ingin mempersuntingnya. Ia kemudian menetap di Bandung dan menikah dengan laki-laki yang berasal dari keluarga menak. Nana bertemu dengan perempuan simpanan suaminya, tetapi keduanya juga saling memberi dukungan sebagai sesama perempuan yang hidup pada tahun 1960-an.

Kisah serta gambaran karakter dalam “Before, Now & Then”, kata Ifa, dituturkan secara personal sekaligus menampilkan lapisan lain yang menyinggung sejarah Indonesia pada masa itu.

Ifa mengatakan sejauh ini tim produksi masih mempersiapkan dan mengusahakan agar bisa melakukan perjalanan untuk menghadiri festival tersebut secara langsung, mengingat aturan perjalanan bisa berubah secara cepat saat pandemi.

Untuk saat ini, pihaknya akan fokus untuk penyelenggaraan premiere film tersebut dan berencana berpartisipasi dalam film market di Berlinale untuk menemukan jalur distribusi secara internasional. Ifa juga berharap “Before, Now & Then” dapat segera dirilis di Indonesia.

Sebelumnya pada tahun lalu, film ini berhasil mendapatkan CJ Entertaintment Award dalam Asian Project Market (APM) yang diselenggarakan Busan International Film Festival serta mendapatkan Purin Pictures Autumn Grant di Bangkok. Melalui kedua program tersebut, film fitur keempat Kamila ini memperoleh pendanaan untuk menyelesaikan produksi.

Pewarta : Rizka Khaerunnisa
Uploader : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2024