Jakarta (ANTARA) - Bagi Anda yang ingin membuka usaha kuliner baru, kuliner asal Korea Selatan beef blackpepper dosirak bisa jadi ide menu andalan di tengah sedang kencang-kencangnya terpaan gelombang "Hallyu".

Beef blackpepper dosirak dianggap memenuhi kriteria menu seimbang "Isi Piringku" yang terdiri dari 50 persen buah dan sayur, dan 50 persen sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein.

Berikut resep blackpepper dosirak seperti dipaparkan dalam webinar edukasi calon pengusaha kuliner yang diselenggarakan Ajinomoto Indonesia bertema "Be a Healthy Food Business Owner" beberapa waktu lalu:

Bahan:

Beef blackpepper

1. 70 gr beef slice
2. 12,6 gr Saori saos tiram
3. 12,6 gr kecap manis
4. 6 gr saus tomat
5. 3 gr lada hitam hancurkan
6. 1,2 gr madu
7. 7,5 gr minyak goreng
8. 5 gr bawang bombay
9. 15 gr lettuce iceberg
10. 150 gr nasi putih

Kimchi
1. 65 gr kol putih
2. 17,5 gr yakumi (wortel, daun bawang iris, kucai iris)

Kimchi base
1. 8 gr chilli powder
2. 39 gr gula
3. 7 gr jahe
4. 16 gr bawang putih
5. 33 gr cabe merah besar
6. 16 gr apel merah
7. 16 gr bawang bombay
8. 7 gr kecap ikan
9. 7 gr udang rebon
10. 82 gram air
11. 2 gr tepung beras

Mandu
1. 5 gr soy sauce
2. 3,75 gr gula
3. 12,5 gr air
4. 0,5 gram biji wijen
5. 0,5 gr bawang putih goreng
6. 1,5 gr cuka beras
7. 0,25 gr chilli flake
8. bayam
9. edamame

Cara memasak

Persiapan kimchi

1. Cuci bersih sawi, balur dengan garam hingga merata.
2. Tutup dengan plastik wrap, diamkan 1-2 jam di dalam chiller.
3. Setelah tekstur elastis, rendam dan bilas dengan air bersih, sisihkan.

Membuat kimchi base
1. Campurkan terpung beras dengan air, panaskan hingga mengental, sisihkan.
2. Blender bahan kimchi base 1-10 hingga halus, campur dengan tepung beras yang sudah dikentalkan dan aduk rata.

Membuat kimchi
1. Campur sawi, yakumi dan base kimchi, aduk rata.
2. Pindah ke wadah tertutup (kedap udara).
3. Diamkan 5-8 jam, simpan dalam chiller.

Persiapan mandu
1. Campur semua bahan kering, aduk rata. tuang air hangat dan aduk rata.
2. Uleni hingga kalis dan resting 15 menit di suhu ruangan. Tutup dengan plastik wrap.
3. Uleni lagi untuk membuang udara dan resting 5 menit (tutup dengan plastik wrap).
4. Keluarkan adonan, pipihkan dengan rolling pin hingga tipis dan potong dengan cutter diameter 8 cm.

Isi mandu
1. Rebus bayam 10 detik dan edamame 3-6 menit.
2. Kupas kulit edamame, potong-potong bayam.
3. Tumis jamur dengan bawang bombay hingga harum, masukkan bayam dan edamame. Seasoning dengan blackpepper dan garam.

Pembuatan mandu
1. Siapkan kulit, timbang isian 12 gram. Tempelkan kedua ujung kulit, lipat menggunakan ibu jari dan telunjuk.
2. Kukus selama 15 menit.

Setelah itu, susun semua dalam wadah ala dosirak (bekal makan siang ala warga Korea).

Khoirul Anwar, S.Gz, M.Si, pakar gizi sekaligus Kepala Program Studi Gizi Universitas Sahid Jakarta mengingatkan agar para calon pengusaha kuliner senantiasa memperhatikan kesehatan para konsumen dengan menyajikan menu rendah gula, garam dan lemak.

"Sebenarnya, jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi sekaligus ingin diet rendah garam, menggunakan Bumbu Umami seperti MSG adalah solusinya. Banyak penelitian di luar negeri seperti di Jepang menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya sepertiga dari kandungan natrium pada garam dapur biasa," kata Khoirul dalam webinar dikutip Minggu.

"Jadi, bagi para pengusaha di bidang kuliner, baiknya memang mengikuti juga anjuran pembatasan penggunaan gula, garam, lemak pada produk-produk dan kreasi menu makanannya. Kita bisa mengacu pada pedoman gizi seimbang dan menerapkannya," kata dia.

Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia Katarina Larasati mengatakan pihaknya berharap dapat mengedukasi para peserta tentang informasi gizi dengan fakta ilmiah, serta berkontribusi membuat pengusaha kuliner tidak hanya mementingkan rasa, namun juga lebih sadar dan peduli terhadap kesehatan.

“Kami merasa perlu menyebarkan fakta yang benar dan informatif tentang bumbu umami yang akan mendukung masyarakat Indonesia agar tetap sehat saat situasi pandemi COVID-19. Melalui webinar ini, kami harap para peserta dapat menyebarkan fakta informatif dan ilmiah tentang apa yang kami sampaikan hari ini kepada masyarakat atau komunitas yang lebih luas," kata Katarina.
 

Pewarta : Ida Nurcahyani
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024